Widget HTML #1

DomaiNesia

Rindu

Imajinasi Tanpa Batas

Rindu

Rindu menghirup udara kotanya

Rindu sinar mentari kotanya

Rindu kucuran air kotanya

Rindu temaram rembulan kotanya


Rindu tatapan tiga pasang mata

Rindu tiga pasang tangan saling menggenggam 

Rindu tiga bibir tersenyum hangat 

Rindu gelak tawa bersama 


Rindu kuah kental mengalir ditenggorokan 

Rindu hangat teh manis disuguhkan

Rindu butiran manis di bibir

Rindu gemercik air menenangkan 


Rindu gelap malam terasa hangat 

Rindu desiran daun-daun saling bergesekkan

Rindu suara saluang terdengar merdu 

Rindu dentang jam menjelang malam


Rindu jalanan naik turun 

Rindu anak tangga yang dilalui

Rindu roti bakar menghangatkan 

Rindu semangkuk soto panas 


Rindu....tak bisa dikatakan tapi dirasa 

Engkau tau itu 

Aku rindu menjelang angka dua puluh 





ADSN1919

 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan
www.domainesia.com