Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem

Puisi yang Tak Pernah Dibacakan

AI Voice Reader Ready to Read

 Puisi yang Tak Pernah Dibacakan 








Sebenarnya puisi ini akan dibacakan ketika acara purnabakti Kadisdik Kota Cirebon, namun sayangnya puisi ini tak pernah dibacakan di hadapan beliau. Sepertinya kurang kordinasi teman yang meminta saya membuat puisi dengan panitia. 


Sangat disayangkan, karena saya membuat puisi itu ketika dalam perjalanan menuju Yogyakarta, dan menulis puisi dalam bus. Tapi tak mengapa tak perlu saling menyalahkan, puisi ini tetap aku simpan di blog rumahfiksi.com.

***


Goresan Pena Untuk Ibu Tersayang 


Ibu

Malam telah larut, ketika aku menggoreskan tinta emas di atas kertas putih yang membasah terkena tetesan air mata. 


Ibu

Aku tak kuat ketika harus merangkai kata demi kata tentangmu. 

Tangan ini gemetar ketika mengingat sosok seorang ibu, yang sebentar lagi meninggalkan kita dalam kedinasan. 


Senyuman dan tatapan lembut seorang ibu, tak terlihat kembali. 

Teguran lembut tak kita rasakan kembali. 


Ibu 

Aku selalu bertanya dalam hati, mengapa setiap pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan? 


Ibu

Maafkanlah kami

Ketika sikap kami membuat ibu kecewa 

Ketika sikap kami membuat ibu marah! 

Ketika sikap kami membuat ibu menangis 

Maafkan, maafkan kami ibu. 


Ya Allah ya Tuhanku 

Aku titipkan seorang wanita tangguh padamu, jagalah Ia dimanapun berada. 


Ibu

Terimakasih telah membimbing kami dan kebersamaan selama ini. 

Kenanglah kami dimanapun ibu berada, karena kita telah bersama dalam suka maupun duka. 


Terimakasih ibu, we love you forever. 

ADSN1919

Posting Komentar
QUANTUM AUDITOR V8.5
CORE: ACTIVE
INITIALIZING SEO PROTOCOLS...
AI PROMO COPIED! ⚡
×
1919 COMMAND CENTER
LATENCY: ANALYZING...
NETWORK: 0
ARTICLES: 0
INITIALIZING MULTI-DOMAIN SYNC...
AI CONTEXT COPIED! ⚡

]]>