Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ketika Makan Bercampur Lalat

 

Ketika Makan Bercampur Lalat
Foto oleh Thierry Fillieul dari Pexels


Hari-hari   terasa sangat melelahkan. Kegiatan tak ada henti-hentinya dan berdatangan dengan gencar. Ketika banyak kegiatan saya seringkali tidak selera makan sampai kegiatan itu selesai. Meski selalu diingatkan untuk makan, tapi mulut seperti terkunci karena kepikiran pekerjaan yang belum tuntas.

Waktu seperti cepat berlalu, terkadang badan disini pikiran mengelana ke mana-mana, antrian pekerjaan yang harus tuntas. Tapi ini resiko yang harus saya hadapi dan harus pintar membagi waktu.

Seperti hari Selasa tanggal 4 Juni 2022, dari rumah saya sengaja sarapan karena tau ada empat kegiatan yang harus saya hadapi dan tidak bisa diwakilkan. 


Yang pertama kegiatan para guru di Kecamatan tempat saya bernaung dan saya harus memberikan sambutan sebagai support pada para guru. 


Kegiatan kedua adalah sekolah saya dapat kunjungan dari LPMP Bandung untuk Monev PPDB yang tentunya banyak yang harus dipersiapkan oleh kami.


Kegiatan ketiga saya mengundang para tim Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Cirebon ke 653, rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh dan meriah karena semua unsur terlibat didalamnya dan saya dipercaya sebagai penanggungjawab Bakti Sosial. 


Saya mengundang Tim Baksos untuk membicarakan program yang akan kita lakukan seperti pengumpulan sembako, titik pengumpulan sembako dan kebutuhan Bakti Sosial lainnya. 


Setelah tim Monev dan rapat tim Baksos selesai, saya harus menghadiri rapat besar dengan para unsur terkait yang diadakan di Ballroom Hotel Prima. 


Setelah memberi sambutan pada kegiatan guru-guru kelas 1 dan 4  se-Kecamatan Kesambi, saya langsung meluncur ke Sekolah karena tim Monev akan hadir dan mewawancara saya dan ketua panitia PPDB, Alhamdulillah wawancara berjalan dengan lancar. Dalam waktu yang bersamaan, para panitia yang bergabung di tim Baksos hadir satu persatu dan saya menyambut mereka dan memulai rapat, sebelumnya saya minta ijin terlebih dahulu pada tim Monev PPDB. Ketika rapat sedang berjalan tim Monev berpamitan dan saya ijin pada para panitia tim baksos untuk menemani tim Monev Sampai naik kendaraan. 


Saya masuk lagi ke tempat rapat para panitia Baksos, Alhamdulillah sudah ada kata sepakat untuk kegiatan baksos yang akan dilaporkan ke panitia Hari Jadi Kota Cirebon yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon. 


Pukul 12.15 rapat dengan tim Baksos telah selesai dan hasil rapat sedang diketik oleh salah satu guru yang saya tunjuk sebagai panitia. 


Pukul 13.00 saya meluncur ke Ballroom Hotel Prima, tapi perut terasa lapar dan saya diwanti-wanti untuk makan, mau tidak mau saya makan di warung sekitar tempat kegiatan. 


Ketika sampai ke tempat makan  saya kaget karena pak Wali bersama jajarannya sedang makan disana, saya mau keluar lagi tidak enak juga, sudah terlanjur masuk tempat makan. 


Saat itu saya memesan makanan asal saja karena bingung dan tidak enak saya makan sendirian, sambil makan saya masih ada yang berkonsultasi mengenai pembagian sembako. Ketika yang menelpon selesai saya baru melihat nasi di piring saya. Betapa kaget saya melihat lalat hijau berada diantara nasi dan lauk pauk yang saya aduk-aduk, saya makan baru ada lima suap dan saat itu saya hentikan makan.


Saya tunjukan piring yang ada lalat hijaunya, pedagang hanya memberi kode saya untuk diam, apalagi pengunjung sangat banyak setelah pak Walikota beranjak dari tempat makan tersebut. 


Saya bilang ke pedagang bahwa saya masih lapar, tapi dicuekin bukan diganti yang baru, saya agak kesal juga, pedagang bilang jangan bayar alias gratis.


Bukan masalah gratis masalahnya saya masih lapar, tapi pedagang khawatir saya memberitahu yang lain dan seolah ingin saya cepat pergi. 


Akhirnya saya mengikuti rapat dengan perut yang masih lapar. Hadeuh.


ADSN1919

 

 Foto oleh Thierry Fillieul dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-makro-lalat-hitam-1046492/Foto oleh Thierry Fillieul: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-makro-lalat-hitam-1046492/

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

6 komentar untuk "Ketika Makan Bercampur Lalat"

  1. Jadwal padat dan terkadang pedagang gak mengerti, semoga kesabaran berbuah manis 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir di Rumah Fiksi 🙏🙏

      Hapus