Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menulis Feature yang Mampu Menarik Perhatian Pembaca


Cara Menulis Feature yang Mampu Menarik Perhatian Pembaca

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels


Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kini model berita memiliki perubahan pesat. Salah satunya seperti judul yang dikemas dengan begitu apik dan juga menarik. Jika Anda teratrik, ketahui dulu bagaimana cara menulis feature dengan baik. Agar hasilnya bisa sesuai.

 

Apa Itu Feature?

Sebelum masuk ke dalam pembahasan yang lebih jauh lagi, ada baiknya Anda mengetahui dulu apa itu feature. Pada umumnya, feature ini merupakan sebuah tulisan kreatif yang memiliki fungsi untuk dapat menginformasikan atau bahkan memberitakan suatu peristiwa maupun kehidupan seseorang.

Sedangkan pengertian praktisnya, feature sendiri merupakan karya dari jurnalistik dengan gaya kepenulisan yang cukup bagus. Biasanya mereka menggunakan gaya bahaya sastra, bahkan bertutur atau story telling layaknya seseorang yang sudah terbiasa dalam menulis sebuah novel.

Pembawaan dari feature sendiri biasanya dikemas dengan sangat apik, itulah mengapa sebagian besar kata – katanya menggunakan kalimat hiburan yang menarik. Tidak hanya itu saja, feature ini adalah tulisan yang terbilang cukup ringan untuk pembaca baca. Jauh lebih ringan daripada artikel.

 

Bagaimana Cara Menulis Feature yang Baik dan Benar?

Setelah mengetahui apa itu pengertian dari feature, kini saatnya Anda juga harus tahu bagaimana caranya menulis feature dengan baik dan benar. Mengingat untuk menulis feature, ada beberapa tekniknya sendiri dan tidak sembarangan. Agar hasil tulisannya bisa ringan dan menarik pembaca.

 

1.     Berpikir Lebih Kreatif dalam Menulis Feature

Salah satu teknik yang harus Anda terapkan sebelum menulis feature, yaitu berpikir lebih kreatif. Mengingat feature adalah suatu tulisan yang ringan dan gaya pembacaannya menarik. Jadi, usahakan untuk memikirkan satu / dua kalimat yang sekiranya mampu menarik perhatian para pembaca.

Berpikir secara kreatif di sini bukan hanya mampu menarik perhatian banyak orang saja, akan tetapi Anda juga harus mengetahui bagaimana caranya mengemas kisah menjadi lebih menarik lagi. Gunakanlah cara yang terbilang unik dan beda dari yang lain, supaya pembaca juga semakin tertarik.

 

2.     Membuat Alur yang Lebih Variatif

Selain itu, Anda juga harus membuat feature dengan alur cerita yang lebih variatif dari lainnya. Alur yang maju sangat mudah untuk ditebak oleh para pembaca. Jadi, cobalah untuk membuat alur yang lain. Seperti misalnya alur maju mundur atau biasanya orang kenal dengan sebutan flashback.

Perlu Anda ingat, bahwa pembuatan feature ini tidak menggunakan prinsip semacam pyramida terbalik. Usahakan untuk membuat alur yang cukup bervariasi, sehingga pembaca bisa tertarik dengan sendirinya. Jangan pula menggunakan kalimat yang kesannya seperti memaksakan.

 

3.     Mengangkat Sisi Humanis pada Feature

Tidak hanya itu saja, membuat feature selain harus menarik. Anda juga harus membuatnya jauh lebih berbeda dari yang lain. Seperti misalnya saja mengangkat sisi humanis saat menulis. Mengangkat sisi tersebut memang kesannya sangat dibutuhkan oleh setiap penulis. Apalagi hasilnya pasti bagus.

Tujuan dari pengangkatan sisi humanis ini, secara umum untuk dapat menarik empati dan juga simpati dari para pembaca feature. Dengan membaca feature tersebut, pembaca akan merasa bahwa mereka seakan menjadi terinspirasi dengan sosok yang Anda tulis pada feature tersebut.

 

4.     Menggunakan Bahasa yang Detail dan Mendalam

Kemudian, saat membuat feature Anda juga bisa menggunakan bahasa yang lebih detail dan juga mendalam. Misalnya sata menulis feature dengan peristiwa terkait makanan dan juga minuman. Gambarkanlah peristiwa tersebut memakai bahasa yang mendetail, agar pembaca bisa paham.

Jikalau tulisan pada feature mampu membuat pembaca tertarik, maka mereka akan dengan mudah mencari tahu latar belakang dari tulisannya. Tidak mungkin bukan jika menulis sebuah feature, namun kata – katanya rumit dan tidak mudah dihapami? Jadi, ada baiknya belajar hal ini dulu.

 

Struktur Kepenulisan Feature Secara Umum

Setelah mengetahui berbagai macam teknik dalam menulis feature dengan baik dan benar. Kini saatnya Anda harus tahu juga apa saja struktur kepenulisan dari feature tersebut. Supaya saat menulisnya tidak sesat di jalan, karena feature sendiri juga memiliki strukturnya masing – masing.

 

1.     Membuat Judul yang Menarik

Salah satu struktur dari kepenulisan feature paling penting adalah pada bagian judulnya. Judul ini tidka harus mewakili apa yang Anda tulis semuanya atau secara keseluruhan dari isi feature terkait. Jika mencakup apa yang tertera di dalam feature, sudah pasti judulnya tidak akan menarik lagi.

Tidak menutup kemungkinan, judulnya justru semakin rumit bila mengcakup semua isi dalam feature. Paling tidak, Anda membuat judul itu cukup yang memuat inti dari tulisannya saja tidak semuanya. Buatlah judul feature semenarik mungkin, supaya para pembaca juga merasa tertarik untuk membaca.

 

2.     Pembuatan Paragraf Pembuka atau Lead

Sama halnya seperti pembuatan artikel, membuat feature ini juga memerlukan paragraf pembuka atau biasanya orang kenal sebagai lead. Istilah dari lead ini merupakan paragraf pembuka yang seringkali tercantumkan sebelum masuk ke inti yang hendak penulis tulis. Seperti feature misalnya.

Buatlah paragraf pembuka dari feature yang cukup unik dan juga menarik. jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang sekiranya mampu menggugah emosi para pembacanya. Seakan – akan pembaca juga ikut penasaran serta merasakannya dan bertanya – tanya terkait tulisan feature – nya.

 

3.     Membuat Badan Tulisan atau Isinya

Selain itu, Anda juga harus membuat badan tulisan atau bagian isi pada feature. Sama seperti artikel pada umumnya, pada bagian isi ini juga harus semenarik mungkin. Agar pembacanya juga ikut tertarik dan semakin penasaran akan isi secara keseluruhan. Usahakan juga alurnya sistematis.

Jangan membuat bagian isi yang berbelit – belit, supaya pembaca tidak bingung membaca tulisan feature tersebut. Usahakan Anda membuat isi yang hanya berisikan tentang informasi belaka, namun tidak lupa juga menyelingi deskripsi suasananya, serta karakter sosok yang tersampaikan di sana.

 

4.     Membuat Bagian Penutup Feature

Tahapan terakhir dalam pembuatan feature, yaitu dengan membuat bagian penutupnya. Pada bagian penutup ini, termasuk ke dalam paragraf akhir yang harus memberikan kesan menarik pula. Biasanya penulis feature juga membuat kesimpulan pada penutup ini, agar pembaca tahu apa inti tulisannya.

Ingat, sebagus apa pun judul yang telah Anda buat sebelumnya. Jikalau pada bagian penutupnya saja tidak menarik, maka percuma saja. Tulisan akan terasa hambar di bagian belakangnya. Jadi, usahakan untuk selalu sempurna pada semua bagian feature. Jangan sempurna secara setengah.

 

Berbagai Macam Jenis Tulis Feature

Pada umumnya, tulisan feature ini memiliki macam – macam jenisnya sendiri. Mulai dari feature berita, tips, mengenai tulisan biografi, sejarah, human interest, bahkan juga ada yang namanya catatan unik seperti halnya catatan mengenai sebuah perjalanan.

Intinya, kepenulisan feature ini layaknya Anda yang hobi menulis diary pada umumnya. Apalagi pada catatan perjalanan misalnya, hal tersebut juga sudah masuk ke dalam ranah tulisan feature. Seakan – akan seperti sedang curhat.

Jika kalian sedang mengagumi seseorang, lalu diam – diam menuliskan sesuatu tentang dirinya. Secara tidak sengaja, hal tersebut masuk ke dalam tulisan feature. Terlebih lagi ada kesan – kesan yang terkandung di dalamnya.

Itulah beberapa penjelasan secara detail dan juga informatif, bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara menulis feature dengan baik dan benar. Sesuai pembahasan di atas, kepenulisan feature itu harus benar – benar menarik dan serius supaya hasilnya bagus.

17 komentar untuk "Cara Menulis Feature yang Mampu Menarik Perhatian Pembaca"