Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Aku Ingin

Aku Ingin


Aku Ingin Belajar Menjahit

Aku ingin belajar Menjahit


Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit mulut-mulut yang berkata tidak benar, kabar burung mereka telan, tanpa tau ada apa dibalik semua itu. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit mata-mata yang selalu mencari kesalahan tanpa sadar, apakah mereka suci? 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit rasa kecewa, akan ku jahit dengan rapat, agar rasa kecewa tidak hadir mengganggu pikiran. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit rasa sedih, selalu hinggap ketika ada tontonan yang tak perlu dilihat, burung Merpati selalu memberi kabar, bila ada kebohongan yang mengusik hati. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit telinga yang selalu mendengar kabar katanya dan katanya. Kabar yang dibisikkan dari telinga satu ke telinga yang lain tanpa tau sumber kebenarannya. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit kelemahanmu, selalu tak tahan bila ada Merpati betina yang mengepak-ngepakkan sayapnya di hadapanmu. Kelemahan yang selalu dipelihara dan selalu memberi isyarat agar Merpati betina datang mendekat. Akan aku jahit kelemahanmu supaya tidak menjadi senjata bagimu. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit komitmen yang terucap, akan aku simpul mati supaya tidak terurai menjadi benang kembali. 

Aku ingin belajar menjahit, agar aku bisa menjahit huruf demi huruf menjadi kata dan akan aku sulam menjadi kalimat yang indah penghantar tidur.



Aku Ingin Belajar Menulis

Aku ingin belajar menulis


Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa menuliskan kata demi kata untuk membungkam prasangka.

Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa merangkai kata demi untuk membongkar topeng-topeng kepalsuan mereka. 

Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa mengabarkan pada semesta tentang perjuangan dua anak manusia yang saling mencinta. 

Aku ingin belajar menulis, agar bisa menuliskan kalimat-kalimat kebenaran untuk meredam fitnah-fitnah durjana yang melukai rasa. 

Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa menuliskan kabar berita yang sesungguhnya. 

Aku ingin belajar menulis untuk menggenapi rasa mu yang selalu berkata," Kami percaya dengan kata-kata, baik yang tertulis maupun terucap adalah doa. "

Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa menuliskan komitmen yang pernah terucap, akan kutuliskan aksara bernyawa yang akan mengatakan pada dunia bahwa engkau dan aku adalah satu. 

Aku ingin belajar menulis, agar aku bisa mengatakan pada semesta bahwa tidak ada yang mampu memisahkan engkau dan aku. 

Aku ingin belajar menulis, agar engkau bisa membacanya disetiap bangun dari tidurmu bahwa aku akan selalu ada untukmu.



1919


Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

14 komentar untuk "Aku Ingin "

  1. Dalam banget kata-katanya mbak. Cuman bener sih, kalau ada mulut yang suka bicara tidak pantas, ya pengen rasanya ngejahit tuh mulut biar gak nyakitin perasaan kita.

    BalasHapus
  2. Unik bin Keren .... Ananda. Selamat sore.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sore nenek, terimakasih nenek sudah mampir πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
  3. padahal cuman aku ingin belajar ..... tapi kok masuk semua lanjutannya

    BalasHapus
  4. Ketika hidup harus di hadapi
    deritapun siap di jalani
    Di saat misteri menjadi rahasia
    maka kisah di baliknya akan disingkap
    Ketika cinta harus di peluk
    rindupun telah menjadi nyanyian jiwa
    Di saat kesempatan harus di raih
    maka kesulitan siap di luluhkan
    Ketika derita menghadang
    maka sukapun setiap saat akan hadir
    Ketika cinta adalah kebersamaan
    maka setialah dengarkan serenadanya..


    Mantap narasinya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini diksi yang bagus banget, aku masih belajar mba 😁

      Hapus
  5. Semoga Bu Hajjah baik-baik saja. Salam sehat dan sukses selalu. Aamiin

    BalasHapus