Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Empat Belas)

 

Kisah Si Belah Mencari Tuhan

Bagian Empat Belas

 

 << Sebelumnya

“Alur cerita masih tetap sama, hanya berganti tampilan dan penampilan tokoh yang memerankanya saja,”

“Maksudnya? Oneng gak paham,”

“Si Belah pamit kepada Wanita tua di dalam Kamar, hanya saja, Wanita tua di dalam Kamar itu tidak menitip tanya kepada Si Belah,”

“Oh iya ya, kan sebelum nya Si Nenek di pinggir Kali itu menitip tanya kepada Si Belah, kelak Ia akan mendapatkan Surga apa?”

“Iya, kan kedatangan Si Belah yang kedua ini untuk menjawab pertanyaan Si Nenek di pinggir kali pada saat pertemuan mereka yang pertama,”

“Iya ya, trus selanjutnya Si Belah melanjutkan perjalanan kemana?”

“Mencari sosok Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dulu pernah menitip tanya,”

“Iya ya, trus berjumpa?”

“Iya,”

“Dimana?”

“Di tempat ini,”

“Ha! Oneng gak paham?” tanya Oneng kaget mendengar jawaban Jabrik.

“Si Belah pernah datang ketempat ini? di Warung Kopi ini?”

“Iya,”

“Ciri-cirinya seperti apa? Mana tau Oneng masih ingat dengan salah satu pengunjung yang datang ke Warung Kopi ini,”

“Ia memakai jaket bomber warna hitam untuk menutup kaos polos warna abu-abu di dalamnya, dipadu dengan celana Jeans yang juga berwarna hitam serta mengenakan sepatu sneakers putih sebagai alas kakinya,” kata Jabrik pelan.

“Kok!” Oneng melotot ke arah Jabrik sambil melihat ke arah Jabrik yang penampilannya itu begitu persis sekali dengan ciri-ciri Si Belah yang katanya pernah datang berkunjung ke Warung Kopi ini.

“Kenapa?” tanya Jabrik pada Perempuan di depannya ini yang tiba-tiba saja bahasa tubuhnya menunjukan respon “Siaga Satu” pada orang di depannya.

“Mas lagi bercanda kan?” tanya Oneng lagi penuh selidik dan penuh curiga menatap Lelaki muda di depannya ini.

“Bercanda apa?” tanya Jabrik sambil tersenyum kepada Perempuan cantik di depannya ini yang tiba-tiba saja mukanya berubah pucat di depannya.

“Mas bilang ciri-ciri Jabrik penampilannya seperti penampilan Mas saat ini?”

“Iya, terus salahnya dimana?” tanya Jabrik kalem.

“Duh, Mas! Kalau becanda jangan suka kelewatan deh,” kata Oneng mangkel melihat sikap Lelaki konyol di depannya ini.

“Emang siapa yang bercanda?”

“Itu barusan Mas bilang kalau Si Belah pernah pernah datang ke tempat ini, ke Warung Kopi ini dan ciri-cirinya seperti yang Mas sebutin tadi,”

“Emang iya,”

“Setau Oneng, belum pernah ada pelanggan ataupun pengunjung Warung Kopi ini yang memiliki ciri-ciri seperti yang Mas sebutin tadi, kecuali Mas sendiri!”

“Iya, terus salahnya dimana?”

“Berarti Mas Si Belah donk?”

“Iya,”

“Ha!”

Oneng hampir terlompat dari tempat duduknya. Masih kurang percaya dengan omongan Lelaki konyol di depannya ini, Oneng kembali bertanya,

“Buat apa Si Belah datang ke Warung Kopi ini?” tanya Oneng penuh selidik ke lawan bicaranya yang terkadang sikapnya itu begitu menjengkelkan kayak gini.

“Buat melunasi hutangnya, menyampaikan amanat dari jawaban yang pernah di tanyakan oleh Pekerja Seks Komersil (PSK) yang dulu sempat menangis saat mendengarkan cerita perjalan Si Belah mencari Tuhan, sebelum Ia menitip tanya kepada Si Belah, jika sekiranya Si Belah benar-benar bertemu dengan Tuhan, Ia ingin tau, Wanita seperti dia bakal masuk Neraka apa masuk Surga,”

“Ehmmm, trus hubungannya dengan Oneng apa? Sebab di Warung Kopi ini hanya ada Oneng sendiri, Oneng yang menjadi Pelayan, sekaligus Kasir juga Pemilik dari Warung Kopi ini karena memang Oneng belum punya duit buat menggaji karyawan untuk membantu-bantu di Warung Kopi ini,”

 

 


Selanjutnya>>

 

Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani Dinni. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

 

 

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

6 komentar untuk "Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Empat Belas)"