Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya


Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya

Cerita Tentang Saya dan SDN Sadagori 1

Tanggal 21 Februari 2022 untuk pertamakalinya kalinya saya datang ke tempat tugas saya yang baru, yaitu di SDN Sadagori 1, merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Kota Cirebon, saat ini jumlah siswa 447 dengan jumlah personil sekolah kurang lebih 30 orang, baik itu guru, penjaga sekolah dan satpam. 

Ketika malam hari saya mendapat telepon, untuk mengambil surat undangan pelantikan di Dinas Pendidikan yang pelantikan diadakan keesokan paginya, jujur saya sangat kaget apalagi saat tengah malam, ada teman yang memberi info dan memberi tau tempat tugas saya yang baru.

Saat mengetahui mutasi ke SDN Sadagori 1, yang ada dipikiran saya saat itu hanya satu, yaitu "Bisa tidak saya memimpin sekolah dengan jumlah siswa dan personil sekolah sebanyak ini?" 

Rasa ragu saya tepis, Dinas Pendidikan Kota Cirebon telah mempercayakan saya untuk memimpin di sekolah tersebut, bisa atau tidak saya harus bisa. 


Cerita Saya dan SDN Karya Mulya 2

Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya

Hingga kini saya masih sangat bersyukur, awal mula saya menjadi Kepala Sekolah (KS), saya di tempatkan di Sekolah yang bisa dikatakan menengah ke bawah, saat itu dengan jumlah siswa yang ramping. 

Selama hampir 6 tahun lamanya saya digodok di sana, berkat kerjasama yang baik dengan guru-guru disana, saya bisa mewujudkan sedikit impian saya. 

Setidaknya saya bisa meninggalkan sekolah tersebut dengan bangunan yang kokoh, tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain yang berada  ditengah kota. 

Saya meninggalkan sekolah tersebut dengan bangga, karena saya bisa mewujudkan impian para guru disana. Guru-guru di SDN Karya Mulya 2 terlihat keikhlasannya, mengajar tanpa mengharap imbalan. 

SDN Karya Mulya 2 adalah sekolah penuh kenangan bagi saya, awal saya menjadi Kepala Sekolah, banyak peristiwa yang pernah kami hadapi bersama. Peristiwa itu membuat mental saya menjadi kuat. 


Cerita  Saya Tentang SDN Sunyaragi 2

Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya

Pertengahan bulan Februari 2021, setelah hampir 6 tahun tidak pernah ada telepon dari Dinas Pendidikan untuk mengambil undangan pelantikan, sore itu saya mendapat undangan pelantikan kembali. 

Saya tidak pernah tau mau ditempatkan di mana, karena saya tidak pernah meminta untuk dimutasi. 

Menjelang petang, saya diantar anak-anak untuk mengambil surat undangan pelantikan yang akan diadakan keesokan paginya.

Di tengah perjalanan, anak saya yang mengemudikan mobil kaget dan menghindari anak kucing berbulu coklat yang  sedang duduk di tengah jalan,  suasana malam itu sangat gelap karena penerangan jalan yang kurang, alhasil mobil kami menghantam pohon palem besar yang menjadi pembatas jalan. 

Mobil yang saya tumpangi berguling dan posisi berbalik ke sebelah kiri, tempat saya duduk. 

Saat itu suasana sangat kacau, orang-orang berteriak dan banyak yang membantu kami. Alhamdulillah saya dan anak-anak selamat walau badan memar-memar. 

Entah kenapa saya masih ada kekuatan untuk tetap ke Dinas Pendidikan untuk mengambil surat undangan pelantikan, dengan diantar tetangga yang kebetulan membantu kami, karena jarak yang dekat, saya tetap ke Dinas Pendidikan, badan masih  gemetar karena habis kecelakaan.

Seusai mengambil surat pelantikan, saya kembali ke lokasi kecelakaan dan posisi mobil sudah dipindahkan, ketika itu saya sangat syok, melihat kondisi mobil, terutama saat melihat bagian depan sebelah kiri mobil terlihat rusak parah.

Alhamdulillah saya sangat bersyukur,  anak saya masih bisa berfikir jernih saat kejadian, saat itu dia langsung mencabut kunci dari tempatnya, sehingga mesin mobil langsung mati. 

Bisa dibayangkan kalau mesin mobil masih menyala dan bensin mengalir keluar serta gas mobil tanpa sengaja keinjak, duh saya tidak berani membayangkannya.

Keesokan paginya, saya menghadiri pelantikan dengan kaki sedikit pincang dan seluruh badan terasa sakit seperti orang habis dipukuli.

Berita saya kecelakaan itu segera tersebar, ada salah satu guru SDN Karya Mulya 2 mengirim video dari Instagram, saya melihat video itu merinding, ternyata keadaan  saat itu begitu parah.

Saya belum sempat mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang telah membantu kami, mengeluarkan kami dari himpitan mobil, memberi minum dan mengamankan posisi mobil, Alhamdulillah tidak ada oknum yang mencari kesempatan pada kejadian itu. Dompet saya masih utuh berada di jok depan. 

Lewat tulisan ini, saya mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang telah membantu kami, hanya Allah yang akan membalas semua kebaikan orang-orang yang suka rela menolong kami.

Saya mutasi ke SDN Sunyaragi 2 dengan murid di atas 200 dan personil sekolah ada 17, bisa disebut sekolah sedang. 

Ditempat ini saya hanya sebentar, bisa di bilang baru 5 langkah dan baru pembenahan, belum banyak yang saya lakukan disana, baru pengecatan, pembenahan taman, membuat slogan sekolah dan membuat prasasti nama sekolah.

Jujur saja saya merasa belum maksimal berada di SDN Sunyaragi 2. Banyak impian yang belum terwujud di sana, ketika pelantikan tidak ada acara selfie -selfie, saya banyak diam, karena masih kaget di mutasi.

Setelah pelantikan saya menyembunyikan rasa sedih saya pada guru-guru, saya banyak bercanda untuk menghapus rasa sedih. Saya menangis ketika sedang sendirian di ruangan, hanya ada satu guru yang tau karena ketika saya sedang menangis dia datang ke ruangan saya, meski saya sembunyikan, tapi dia tau dan langsung memeluk saya sambil menangis. Bisa dibilang guru tersebut kepercayaan saya kemana-mana selalu diantar dia. 

SDN Sunyaragi 2 adalah sekolah inti, mau tidak mau saya harus jadi ketua Gugus, yang artinya menjadi pemimpin di delapan sekolah sekitar dan menjadi sekolah rujukan di Kelurahan Sunyaragi.

Ketika malam hari mendapat telepon untuk mengambil undangan pelantikan, jujur saja saya masih trauma, kejadian kecelakaan itu seperti hadir lagi, seperti film yang kembali di putar. Karena trauma surat undangan pelantikan itu saya titipkan pada teman yang sama-sama di mutasi.


Cerita Saya Tentang SDN Karang Jalak 2 

Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya

Baru beberapa bulan saya mutasi ke SDN Sunyaragi 2, saya mendapat tugas baru, yaitu menjadi Plt di SDN Karang Jalak 2 karena Kepala Sekolahnya Purnabakti, saya di sekolah tersebut hanya 3 bulan. Disana saya bersama guru-guru yang penuh semangat.

Saya merasa belum melakukan apa-apa di SDN Karang Jalak 2, baru beradaptasi dan baru bertemu dengan para komite, membahas program sekolah dan rehab ruangan, setelah bangunan menjelang selesai  sayang seribu sayang Kepala Sekolah definitif datang dan saya mau tidak mau harus meninggalkan sekolah itu.

Saat ini, ditempat tugas  baru dengan jumlah siswa dan jumlah personil yang gemuk, saya harus kembali beradaptasi dengan lingkungan yang sudah tentu berbeda. Karena saya telah melalui tahapan-tahapan, setidaknya saya tidak terlalu kaget dengan jumlah personil yang banyak dan ditempatkan di sekolah inti kembali. 

Paling terpenting menurut saya adalah, saya harus bisa bekerja sama dengan semua personil sekolah dan pihak-pihak yang berhubungan dengan sekolah ini.


Catatan ini adalah Cerita tentang
Perjalanan Hidup Saya

Tulisan ini bagi orang lain mungkin tidak penting, tapi bagi saya sangat penting, karena saya telah menjalani fase-fase kehidupan. 

Saya tidak peduli tulisan ini ada yang baca atau tidak. Karena sebenarnya Saya sedang menuliskan jejak-jejak perjalanan hidup saya.

Saya yakin 5 tahun, 10 tahun bahkan 20 tahun ke depan perjalanan ini menjadi kenangan yang paling indah, bahwa saya pernah ada bersama mereka. 

Bisa saja jika saya sudah berada dalam pelukan bumi, tulisan ini menjadi kenangan indah bersama-sama orang hebat. 

Apa yang kita tuliskan saat ini mungkin terlihat tidak terlalu penting, tapi suatu saat nanti akan menjadi penting, dan saya percaya itu. 

Sekecil apapun pengalaman hidup yang sudah kita lewati, itu adalah naskah cerita yang sudah tertulis jauh sebelum keberadaan kita di dunia. 

Setiap sekolah menggoreskan kenangan tersendiri dan tidak akan terulang dengan situasi yang sama 



ADSN1919






Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

14 komentar untuk "Cerita Tentang Perjalanan Hidup Saya"

  1. Terimakasih untuk catatannya, inspiratif 😊👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 dan terimakasih sudah berkenan membacanya 😁🙏

      Hapus
  2. Luar biasa pengalaman hidupnya

    BalasHapus
  3. mbul deg degan kak dini bacanya pas kecelakaan ada kucing cokelat liwat hiks..alhamdulilah ga kenapa napa walau pasti agak syock juga karena mobilnya kecelakaan. Lalu baca perpisahan di sekolahnya tiba tiba bikin terhura...eh terharu hihihi..ga kebayang kebersamaan selama inibdengan rekan rekan guru dan murid udah banyak ditorehkan dan saat perpisahan tentunya membawa keharuan juga 🤗🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya mbul banyak kisah dan pengalaman di setiap sekolah ☺️☺️ terimakasih ya mbul sudah membaca tulisan sederhana ini 😀🤗

      Hapus
  4. Lika-liku kesibukan hidup....
    Semoga Bu Hajjah diberikan kekuatan lahir dan bathin untuk tetap semangat dalam berkarya di ranah pena dan mengabdi kepada negeri di ekosistem pendidikan. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin terimakasih pak Kurniawan telah mampir 🙏🙏

      Hapus
  5. Pengalaman hidup yang mengharu biru ya, ananda Dinni. Mobil yang ditumpangi terguling tapi alhamdulillah masih selamat. Semoga betah di tempat yang baru, salam sukses untuk mu selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Alhamdulillah nek, Allah masih sayang sama saya 🤗🤗🤗

      Hapus
  6. Semua kenangan jika dituliskan tentu akan terus abadi dan dapat dibaca oleh mereka yang ingin tahu tentang riwayat hidup kita.

    Semangat terus Kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, karena itu apapun momen yang ada meski kecil akan saya tulis ☺️

      Hapus
  7. Turut bersyukur Bu Dini selsmat dari kecelakaan.
    Selamat atas tugas dan jsbatan baru.
    Semoga sukses.
    Terima kasih inspirasinya.
    Hormat selalu.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah, Saya ikut bangga dengan pencapaian karir Teh Dini hingga hari ini.

    Kenangan dalam setiap episodenya senantiasa akan lebih menguat dengan terbitnya buku memoar Teh Dini yang bisa menjadi Inspirasi dan motivasi bagi kami sebagai pendidik generasi d bumi perriwi.

    BalasHapus