Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karyaku

 

Foto oleh Craig Adderley dari Pexels



Dua cerpen karya Ahmad  Rif'an  Nafish dan  Alena Zahra, alumni SDN Sunyaragi 2 Kota Cirebon. 


ALERGI HUJAN 

Pada suatu hari hujan mengguyur kota kelahiran Ryan. Suasana pagi itu terasa sejuk sekali karena hujan yang begitu deras di tengah malam. Ryan mulai bersiap-siap untuk beraktivtas tetapi melihat tetangga samping rumahnya, akhirnya Ryan mengajak tetangga itu untuk bersantai sejenak sambil menikmati udara yang sejuk Ryan dan tetangga menyeruput secangkir kopi.

Ryan berbincang dengan tetangga itu, kemudian Ryan melontarkan suatu pertanyaan karena melihat ada yang aneh dari tentangga itu. Nama tetangga Ryan adalah Adi. 

Ryan : “eh di lo kenapa?”

Adi : “ kenapa apanya bro” ucap adi yang bingung 

Ryan : “ lo kaya gelisah gitu, kenapa lo megang hidung terus-terus, emang gue bau ya “ sambil ketawa 

Adi : “ oh gini bro, gue itu punya alergi dingin, jadi kalo hujan gini gua bersin-bersin, hidung gua juga rasanya gatal sekali”

Ryan : “ gue kira karena gue bau, soalnya gue juga kan belom mandi , HAHAHAHA” tertawa terbahak-bahak.

Adik : “ santai aja bro, bentar lagi juga alergi gua sembuh”

Ryan “ ya udah deh, kalau gitu kita selesai aja ngopinya lalu lanjut bersiap-siap"

Ryan dan Adi pun melanjutkan obrolannya sambil meminum kopi  agar tubuhnya menjadi hangat kembali. Setelah Ryan mengetahui Adi yang mempunyai alergi hujan/dingin itu akhirnya Ryan memutuskan untuk menyudahi obrolannya, agar Adi bisa segara kembali kerumahnya dan tidak bersin-bersin lagi. Karena memang udara diluar saat ini terasa dingin sekali. 

BY: AHMAD RIF’AN NAFISH


AKU

Inilah kisah aku, aku diciptakan oleh Allah untuk dilahirkan di keluargaku yang sekarang ini.  Allah menitipkan sebagai amanah untuk dididik, dibimbing dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang 0ada orangtuaku, aku lahir di Jawa Barat, di Kota Cirebon, tepatnya tanggal 19 Sepetember tahun 2009 di desa Kayu Walang orang tua ku yaitu mamah dan ayahku orang sunda, mamah dari Kuningan dan ayah dari Tasik, aku tinggal di desa Kayu Walang tidak berlangsung lama waktu aku umur tiga bulan aku pindah ke daerah Sunyaragi di Karang Baru. Aku tinggal di Karang Baru hanya bersama nenek, mamah, dan tante.

 Aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang,  khususnya oleh nenekku. Waktu aku bisa berjalan nenekku dengan telaten dan sangat hati-hati mengajariku berjalan, nenekku tanpa merasakan lelah dengan penuh kasih sayang terus-menerus membuatku sampai bisa berjalan dengan lancar. Waktu aku kecil hari-hariku banyak dihabiskan bersama nenek karena mamahku bekerja. 

Mamahku bekerja dari jam enam pagi sampai jam empat sore. Waktuku lebih banyak  dihabiskan bersama nenek, dengan  mamahku sangat terbatas karena mamahku bekerja, tapi walaupun tidak selalu bersamaku mamahku selalu peduli, perhatian, dan sangat menyayangiku.  Bulan demi bulan, berjalannya waktu, Aku, mamah, nenek dan tanteku hidup dengan bahagia sampai hari itu tiba.  Nenekku meninggal sampai sekarang aku masih mengingatnya saat itu aku berumur 2 tahun setengah. 

Keluargaku begitu sedih dan sangat kehilangan sekali, nenekku yang begitu menyayangiku pergi untuk selamanya begitu besar jasa dan kasih sayangnya. Aku sayang sekali sama nenekku sampai sekarang selalu teringat pada nenekku. Rasanya rindu sekali setelah nenekku meninggal. Mamahku berhenti bekerja dan hari-hari ku bersama mamah, aku dibimbing, di didik, dan dibesarkan dengan sekuat tenaga dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. 

Mamahku berusaha untuk menghidupiku dengan berjualan atau usaha kecil-kecilan dan sampai akhirnya aku tumbuh besar. Aku mulai masuk sekolah diumur tiga tahun lebih. Aku sekolah di paud yaitu paud Tamansari Karang Baru Sunyaragi, aku sekolah di paud selama dua tahun sampai akhirnya aku lulus paud dan masuk SD Sunyaragi 2, tapi aku belum diterima dengan pasti di SD Sunyaragi 2 karena umurku kurang dari enam tahun.  

Aku harus melakukan tes untuk diterima kelas saru SD akhirnya aku lulus tes untuk masuk kelas satu SD selama aku kelas satu SD aku pergi sendiri ke sekolah.  Tanpa diduga sewaktu aku kelas tiga ayahku datang setelah lama pergi akhirnya kami menjadi keluarga yang utuh dan lengkap aku merasa senang dan bahagia karena kami berkumpul kembali, kebahagiaan pun bertambah ketika setelah sekian lama aku akan mendapatkan adik, mamahku hamil dan akhirnya lahir seorang bayi perempuan  itulah adikku aku berdoa semoga keluargaku selalu bahagia, sehat, selamat selalu dalam lindungan allah SWT semoga allah menjadikan aku dan adikku menjadi anak-anak yang sholeha dan menjadi anak-anak yang baik aamiin…


BY : ALENA ZAHRA.



Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

8 komentar untuk "Karyaku"

  1. Bravo....
    Simple, namun flow.
    Perlu byk latihan mnulis lg.
    The practice makes be perfect

    Try, try, and try again...
    Salam utk the young writer

    BalasHapus
  2. Keren๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. "Aku" adalah anak mandiri. Ke sekolah tak perlu diantar jemput orang tua. Semoga tambah pintar, ya Sayang.

    BalasHapus