Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mini Museum Sisa Hartaku


Mini Museum Sisa Hartaku
Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com


Belum lama ini penulis mengunjungi Yogyakarta. Banyak pengalaman yang penulis alami selama disana. Salahsatunya adalah Lava Tour Merapi yang selama ini penulis hanya bisa melihat di televisi. 

Alhamdulillah penulis mendapat rezeki yaitu kesempatan untuk menginjakkan kaki di kaki Gunung Merapi. 


Rangkaian dari Lava Tour Merapi

Setelah kami menaiki mobil Jeep dengan driver yang sangat ramah dan jujur, kenapa penulis  bilang jujur, karena ketika penulis menaiki mobil Jeep itu, di kursi depan ada handphone pengunjung yang tertinggal. 

Sang Driver sampai harus balik lagi ke tempat dia mengantar jemput pengunjung sebelumnya yang ternyata rombongan pelajar. Padahal bisa saja dia tidak mengembalikan handphone tersebut karena yang memiliki  barang tersebut belum merasa kehilangan handphonenya. Oleh sang Driver handphone tersebut dititipkan pada panitia rombongan pelajar tersebut. 

Penulis tidak akan membahas sewa Jeep dan perjalanan selama mengikuti Lava Tour Merapi karena sudah ditulis di Blog kami silahkan klik disini

Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com
Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com


Driver membawa kami ke Mini  Museum Sisa Hartaku. Setelah melihat foto-foto di atas, apa yang pembaca rasakan? Ada rasa haru, ngeri ketika kita membayangkan yang dirasakan oleh para penduduk yang terkena letusan Gunung Merapi. Sisa-sisa harta para penduduk yang rusak parah dan meleleh akibat erupsi Gunung Merapi. 


Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010, menewaskan 353 penduduk salah satunya juri kunci Gunung Merapi yang terkenal yaitu Mbah Maridjan.

Ketika Penulis sampai di Mini Museum Sisa Hartaku, hati penulis terasa bergetar menyaksikan harta para penduduk, melihat foto-foto yang terpasang di dinding, penulis membayangkan mereka berkumpul dalam satu meja dan bercengkrama. Mereka tidak mengetahui bencana yang sedang mengintai, melihat ruang tamu yang semua kursinya telah rusak, entah mengapa penulis seperti merasakan ruang tamu yang dulunya hangat sekarang penuh debu dan tinggal kenangan. 

Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com

Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com

Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com

Foto: Mini Museum Sisa Hartaku (adsn1919-rumahfiksi.com


Di rumah pak Sriyanto yang dijadikan Mini Museum Sisa Hartaku, penulis melihat sisa-sisa kehidupan yang pernah keluarga pak Sriyanto rasakan. 

Bisa dibayangkan mereka panik dan berlarian ketika Gunung Merapi meletus, sanak saudara semua bercerai berai, jeritan, tangisan, ketakutan dan berpisah karena kematian. 

Sekarang tempat ini dijadikan tempat wisata dan Mini Museum Sisa Hartaku termasuk salah satu rangkaian yang dikunjungi di Wisata Lava Tour Merapi.

Setelah mengunjungi Mini Museum Sisa Hartaku, banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa kita petik, Museum itu mengingatkan bahwa kehidupan tiada yang abadi. Suatu saat sang Pencipta akan mengambilnya dengan caranya, tiada makhluk hidup yang bisa menghindarinya. Di setiap musibah ada rencana Tuhan yang akan dirasakan oleh Makhluknya diantaranya kehidupan yang lebih baik, tergantung kita yang bisa menyikapinya. 


Semoga tulisan sekilas tentang Mini Museum Sisa Hartaku ini ada manfaatnya untuk para pembaca setia Blog Rumah Fiksi. Salam.


ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

4 komentar untuk "Mini Museum Sisa Hartaku "

  1. Terima kasih untuk artikelnya mbak Din, inspiratif 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, terimakasih juga sudah mampir 🙏🙏☺️

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir 😁🙏🙏

      Hapus