TERBARU
05:00

Di atas langit ada langit

AI Voice Reader Ready to Read
Imajinasi Tanpa Batas

Di atas langit ada langit

Tak pernah bibir ini bercerita selalu ada doa untuknya

Tak pernah mata ini mengatakan bahwa air mata selalu mengalir padanya

Tak pernah tangan ini berkata, ketika tangan ini memeluknya

Tak pernah kaki ini berbisik ketika bertahan untuknya

 

Seperti dedaunan yang berguguran tanpa diminta begitu juga sebuah kehadiran

Angin selalu membangunkan ketika tidur untuk selalu bermunajat di sepertiga malam

Setiap helaan napas energi positif yang meresap

Biarkan, biarkan mereka yang menginginkan tak terlaksana

 

Goresan itu seperti tulisan cakar ayam

Tak semua mampu membaca dan menafsirkan

Buhul-buhul ditiup tengah malam

Kembali kepada para pembisik

 

Ada yang bilang dunia ini hanya permainan dan tempat Senda gurau

Hidup sebenarnya hidup adalah kehidupan kekal yang akan kita alami kelak

Semua hanya titipan yang kelak akan diambil kembali oleh sang Pencipta

Tak perlu takut dengan tatapan yang ingin tau tentang kehidupan

 

Malam tidak selamanya gelap rembulan menjadi penerang

Siang tak selama terang awan hitam membuat gelap

Rasa sedih tidak selamanya hadir begitupun rasa bahagia

Air mata tidak selama menetes di kelopak mata

 

Hidup adalah hidup yang harus dijalani

Seperti deburan ombak menghiasi lautan

Pantai tempat bersenda gurau ribuan kepiting berlarian di pantai

Gunung tidak selalu terlihat mistis pepohonan sebagai pemanis

 

Doa ini selalu ada, percayalah meski tak perlu terucap

Cukup hati dan Tuhan yang tau, tak perlu seluruh dunia tau

Memperbaiki catatan dalam buku seumur hidup

Bimbinglah penuh kesabaran dan keikhlasan

 

Bila ingin melihat buku catatan ini dan menilai perjalanan hidup ini merah

Beritau aku catatan bukumu yang penuh tinta biru dan sempurna

Jangan hardik diri yang dianggap kotor ini, tuntunlah dan ajari tentang kehidupan

Tak perlu mencari sebatang jarum diantara jerami

 

Hidup ini tak selamanya putih, setitik  noda dalam helaian kain

Cobalah cerna ada rasa bangga pada diri dan sedikit rasa sombong

Hilang semua yang sudah diberikan 

 

Tak ada rasa ikhlas jika semua mata harus tau

Buhul-buhul itu akan padam pada waktunya

Bisikan-bisikan akan hilang disaat yang tepat

Tatapan penuh selidik akan bersahabat seiring waktu berjalan

Janji Tuhan akan dirasakan umatnya, percayalah

 

Tak ada yang tidak mungkin jika Tuhan menghendaki

Harapan dan doa seiring sejalan

Bagai wayang digerakkan sang dalang

Andai wayang bisa bergerak sendiri dan membuat cerita semau sang wayang

 

Di atas langit ada langit

 

9 komentar
  1. Warkasa1919
    Terima kasih sudah mengingatkan dengan catatan penuh makna ini. Salam hangat mbak Din..🙂
    • Rumah Fiksi 1919
      Sama-sama dan terimakasih sudah berkenan membacanya serta mampir d blog ini 🙏 salam hangat kembali
  2. celotehnur54
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  3. celotehnur54
    Setitik noda dalam helain kain ... Diksi yang manis. Terima kasih telah berbagi, ananda Dinni.
  4. Adi Pradana
    apakah wayang bisa tidak terbatas oleh tangan sang dalang yang mengendalikan gerakan mereka. Apakah bisa kita manusia merubah takdir?
    • Rumah Fiksi 1919
      Terimakasih telah mampir dan berkunjung di blog ini.🙏
  5. Meduster
    Keren banget Mba Dini, salam kangen
    • Rumah Fiksi 1919
      Mba Ester terimakasih sudah berkunjung 🙏🙏salam kangen kembali
1919 COMMAND CENTER
LATENCY: ANALYZING...
NETWORK: 0
ARTICLES: 0
INITIALIZING MULTI-DOMAIN SYNC...
AI CONTEXT COPIED! ⚡
×
Ultima V7 AI-Boosted
SYNCING...
INITIALIZING SEO PROTOCOLS...

]]>