Senandung Kasih

AI Voice Reader Ready to Read
MEMUAT...

Senandung Kasih

Bidadari Bersayap Hitam Cover
Hal. 1

Senandung Kasih .

@adsn1919

Memuat video...

Aluna percaya malah sangat percaya, tidak semua cinta harus diperlihatkan dan diungkapkan untuk menjadi kuat. Ada cinta yang tumbuh dalam senyap, dipelihara oleh doa, dan diserahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan. Cinta itulah yang kini ia jaga diantara sajadah, dzikir panjang selepas sholat, dan senandung lirih yang kerap ia lantunkan saat rindu datang tanpa aba-aba.

Hal. 2

Senandung Kasih

Setiap pagi, Aluna membuka jendela rumahnya, membiarkan cahaya mentari menyentuh wajahnya yang tenang. Nama Arsyad selalu disebut dalam doa, bukan sebagai tuntutan agar ia kembali, melainkan sebagai titipan: “Jika dia baik untukku, dekatkan. Jika tidak, cukupkan rinduku dengan sabar.”

Hal. 3

Senandung Kasih

Arsyad pergi setahun lalu. Bukan karena cinta yang pudar, tetapi karena panggilan hidup yang menuntutnya berjauhan dengan Aluna. Mereka sepakat menjalin kasih tanpa janji muluk, hanya satu ikrar sederhana: menjaga hati dan menyerahkan masa depan pada Allah.

Hal. 4

Senandung Kasih

Waktu terasa berjalan sangat lambat, menguji keteguhan. Aluna belajar bahwa mencintai dengan cara dewasa adalah tidak memaksa. Ia menata hidupnya, mengajar mengaji anak-anak, dan menulis puisi-puisi cinta yang tak pernah menyebut nama, tetapi penuh rasa syukur. Senandung kasih itu menjadi ibadah kecil, cara Aluna mencintai tanpa melanggar batas-Nya.

Hingga suatu malam, selepas hujan, seseorang berdiri di teras rumahnya. Suara salam itu terdengar akrab, namun penuh kehati-hatian.

“Assalamu’alaikum.”

Aluna membuka pintu. Di hadapannya, Arsyad berdiri dengan mata yang lebih teduh, membawa senyum yang tak lagi ragu. Tidak ada pelukan tergesa, hanya saling menunduk, menahan haru yang hampir tumpah

“Aku pulang,” kata Arsyad pelan.

“Bukan membawa janji, tapi niat. Aku ingin melangkah bersamamu, dengan cara yang diridhai-Nya.”

Hal.5

Senandung Kasih

Tangis Aluna jatuh perlahan. Bukan tangis kehilangan, melainkan tangis syukur yang lama ia simpan. Ia tahu, inilah jawaban dari doa-doa yang tak pernah ia suarakan keras-keras.

Hal. 6

Senandung Kasih

Di bawah langit yang cerah, mereka duduk berhadapan, membicarakan masa depan dengan tenang, tentang membangun cinta yang tidak hanya saling menggenggam, tetapi juga saling mengingatkan pada Tuhan.

Malam itu, senandung kasih tak lagi menjadi lagu rindu. Ia menjelma menjadi doa yang terjawab, cinta yang dewasa, dan kebahagiaan yang lahir dari kesabaran.

Karena cinta yang paling indah bukan yang paling cepat bertemu, melainkan yang paling ikhlas menunggu, hingga Tuhan berkata, “Sekarang.”

Karena cinta yang paling indah bukan yang paling cepat bertemu, melainkan yang paling ikhlas menunggu, hingga Tuhan berkata, “Sekarang.”

ADSN1919

Posting Komentar

Direkomendasikan untuk Anda

Rp 3.410.445
Jasa Pembuatan Website siap pakai di Pekanbaru
Rp 1.878.293
Jasa pembuatan blog siap pakai di Pekanbaru
Rp.25.000,
Berlangganan Konten Premium Rp.25.000,00 sekali baca atau Rp.120.000,00 per tahun
Rp.110.000,
Toko Buku Onlie
Lihat harga
Jika Anda berminat bisa menghubungi kami
Lihat harga
Jasa Pembuatan Peta dan Pemetaan yang 1919 Mapping
×

Tanya AI

Google
ChatGPT
Meta

]]>