TERBARU
05:00

Cinta yang Menemukan Jalan Pulang

AI Voice Reader Ready to Read
Review Warkasa App Overlay: Pengalaman Navigasi iPhone di Warkasa1919
MEMUAT...

Dipilih di Jalan Sunyi, Cinta yang Menemukan Pulang

Dipilih di Jalan Sunyi, Cinta yang Menemukan Pulang
Hal. 1

Cinta yang Menemukan Pulang

@adsn1919

Memuat video...

Cerpen romantis tentang pasangan LDR yang dipertemukan takdir di jalan sunyi. Kisah perempuan yang dipilih oleh cinta sejatinya, penuh perjuangan, haru, dan berakhir bahagia.

Hal. 2

Bisikan Hantu Rimba di Puncak Leuser

Langit senja di kota kecil itu selalu datang dengan cara yang sama—perlahan, sunyi, dan seolah membawa rahasia. Di sebuah jalan yang jarang dilalui orang, berdirilah Aluna, perempuan dengan tatapan setenang dan sedalam laut. Jalan itu bukan sekadar jalur pulang, melainkan saksi awal kisah cinta yang tak biasa.

Ia tak pernah menyangka, di jalan sunyi itulah ia akan “dipilih”.

Aluna mengenal Arsen bukan dari tatap muka, melainkan dari sebuah pesan sederhana di media sosial. Awalnya hanya percakapan ringan tentang buku dan hujan. Namun, obrolan yang seharusnya biasa itu tumbuh menjadi candu. Hari-hari mereka dipenuhi pesan selamat pagi, doa sebelum tidur, dan cerita-cerita kecil yang tak pernah terasa remeh.

Arsen tinggal di kota berbeda, bahkan terpisah pulau. Hubungan mereka adalah LDR—long distance relationship—yang sering kali diragukan banyak orang. “Cinta jarak jauh itu rapuh,” kata sebagian teman Aluna. Tapi Aluna percaya, jarak hanya menguji, bukan memisahkan.

Suatu malam, Arsen berkata melalui panggilan video, “Jika suatu hari aku datang, maukah kamu menemuiku di jalan tempat kamu sering berjalan sendiri itu?”

Aluna tersenyum. “Jalan sunyi itu?”

Hal. 3

Jalan sunyi menjadi lebih bermakna

“Iya,” jawab Arsen mantap. “Karena aku ingin memilihmu di tempat kamu paling merasa sendiri. Supaya kamu tahu, kamu tak pernah benar-benar sendirian.”.

Sejak percakapan itu, jalan sunyi menjadi lebih bermakna.

Namun perjalanan cinta mereka tidak mudah. Sinyal sering terputus. Kesibukan pekerjaan membuat waktu terasa sempit. Ada cemburu yang datang diam-diam, ada rindu yang berubah menjadi air mata. Beberapa kali Aluna hampir menyerah.

“Untuk apa bertahan kalau tak pernah bisa bersama?” pikirnya suatu malam, saat hujan turun deras dan pesan Arsen tak kunjung masuk.

Di sisi lain pulau, Arsen pun berjuang dengan keraguannya sendiri. Ia bekerja keras, menabung diam-diam, mempersiapkan sesuatu yang bahkan Aluna tak tahu. Ia ingin datang bukan sekadar sebagai kekasih, tapi sebagai lelaki yang siap memantaskan diri.

Hal. 4

Pesan Singkat

Hingga suatu senja, tanpa pemberitahuan, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Aluna.

“Aku di sini.”

Jantungnya berdebar. “Di mana?”

“Di jalan sunyi itu.”

Aluna berlari, tanpa sempat merapikan rambut atau menenangkan napas. Jalan yang biasanya lengang kini terasa berbeda. Di ujungnya, berdiri seorang lelaki dengan senyum yang sangat ia kenal dari layar ponsel.

Arsen.

Hal.5

Memilih

Tak ada musik dramatis. Tak ada keramaian. Hanya suara angin dan detak jantung yang saling bersahutan.

“Aku datang,” ucap Arsen pelan. “Dan aku memilihmu. Bukan karena kamu sempurna. Tapi karena di setiap doaku, namamulah yang selalu pulang.”

Air mata Aluna jatuh tanpa bisa ditahan. Semua rindu, semua luka, semua keraguan, seolah luruh di jalan sunyi itu.

“Aku juga memilihmu,” jawabnya lirih.

Arsen menggenggam tangan Aluna, hangat dan nyata. “Aku tak ingin lagi hanya menjadi suara di seberang layar. Aku sudah berbicara dengan orang tuaku. Jika kamu bersedia, aku ingin melamarmu. Aku ingin jarak ini berubah menjadi rumah.”

Senja hari itu menjadi saksi keputusan besar dalam hidup mereka. Jalan sunyi yang dulu hanya tempat Aluna menyendiri, kini menjadi titik awal kebersamaan.

Hal. 6

cinta menemukan jalan pulangnya

Beberapa bulan kemudian, mereka resmi menikah dalam suasana sederhana namun penuh haru. Orang-orang yang dulu meragukan kini tersenyum menyaksikan cinta yang bertahan melewati jarak dan waktu.

Aluna sering berjalan kembali di jalan sunyi itu, kali ini bersama Arsen. Mereka tertawa mengenang masa LDR yang penuh perjuangan.

“Kalau dulu aku tak bertahan, mungkin kita tak akan sampai di sini,” kata Aluna.

Arsen tersenyum. “Cinta sejati bukan tentang seberapa dekat jarak kita, tapi seberapa kuat kita memilih satu sama lain, bahkan saat dunia terasa sunyi.”

Dan begitulah, di sebuah jalan yang dulu sepi, cinta menemukan jalan pulangnya.

Bukan lagi tentang jarak. Bukan lagi tentang ragu.

Dan begitulah, di sebuah jalan yang dulu sepi, cinta menemukan jalan pulangnya

Melainkan tentang dua hati yang saling memilih—dan tak pernah berhenti memperjuangkan.

TAMAT

Posting Komentar
1919 COMMAND CENTER
LATENCY: ANALYZING...
NETWORK: 0
ARTICLES: 0
INITIALIZING MULTI-DOMAIN SYNC...
AI CONTEXT COPIED! ⚡
×
Ultima V7 AI-Boosted
SYNCING...
INITIALIZING SEO PROTOCOLS...

]]>