Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan
Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan
Ramadan dan Rindu yang Tak Pernah Usai
Bulan Ramadan telah tiba dan selalu identik dengan kebersamaan keluarga. Sahur bersama, berbuka puasa dalam satu meja, hingga salat tarawih berdampingan. Namun, tidak semua keluarga bisa menikmati momen itu secara utuh.
Latar Belakang
Di sebuah rumah sederhana di daerah ujung Jawa Barat, Rika menjalani Ramadan dengan perasaan yang berbeda. Suaminya, Fahri, harus bekerja di luar pulau selama satu tahun terakhir. Demi masa depan keluarga, Fahri menerima pekerjaan di Sulawesi, meninggalkan istri dan dua anaknya di kampung halaman.
Ramadan kali ini menjadi Ramadan kedua tanpa kehadiran sang suami di rumah.
Menahan Lapar, Menahan Rindu
Bagi Rika, puasa bukan hanya tentang menahan haus dan lapar. Ia juga belajar menahan rindu.
Setiap dini hari, ia menyiapkan sahur sendiri. Tak ada lagi suara Fahri yang membangunkan dengan lembut. Tak ada lagi canda kecil saat memilih lauk sederhana di meja makan.
Menjelang berbuka, rasa rindu semakin terasa. Saat azan Magrib berkumandang, ia sering menatap kursi kosong di sampingnya.
“Ya Allah, jaga suamiku di perantauan. Kuatkan kami dalam jarak.”
Cinta yang Diuji Jarak
Hubungan jarak jauh bukan perkara mudah. Meski teknologi memudahkan komunikasi, sentuhan dan kehadiran tetap tak tergantikan.
Setiap malam setelah tarawih, Rika dan Fahri saling bertukar kabar melalui panggilan video. Fahri selalu berkata, “Tunggu aku. Ramadan depan kita akan sahur bersama lagi.”
Suatu sore di sepuluh hari terakhir Ramadan, sebuah pesan masuk: “Assalamualaikum, Sayang. InsyaAllah besok aku pulang. Sebelum malam takbiran.”
Akhir Penantian
Malam itu, setelah salat Isya dan tarawih, terdengar ketukan di pintu. Rika membukanya perlahan.
Di depan rumah berdiri Fahri, dengan senyum lebar dan mata yang berkaca-kaca. Tanpa banyak kata, mereka saling berpelukan. Anak-anak ikut memeluk ayahnya erat.
Sahur terakhir pun terasa berbeda. Tidak ada lagi kursi kosong. Kini doa itu telah menjadi kenyataan.
Makna Kesabaran
Kisah Rika dan Fahri mengajarkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah tentang kesabaran, tentang ketulusan doa, dan tentang cinta yang tetap bertahan meski dipisahkan jarak.
"Kerinduan tidak selalu melemahkan. Terkadang, ia justru menguatkan."
