Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
fiksi

Puisi yang Tak Pernah Dibacakan

Puisi yang Tak Pernah Dibacakan  Sebenarnya puisi ini akan dibacakan ketika acara purnabakti Kadisdik Kota Cirebon, namun sayangnya puisi ini tak pernah dibacakan di hadapan beliau. Sepertinya kurang kordinasi teman yang meminta saya membuat puisi dengan panitia.  Sangat disayangkan, karena saya membuat puisi itu ketika dalam perjalanan menuju Yogyakarta, dan menulis puisi dalam bus. Tapi tak mengapa tak perlu saling menyalahkan, puisi ini tetap aku simpan di blog rumahfiksi.com. *** Goresan P…
Puisi yang Tak Pernah Dibacakan

Kami Melepas, Allah Menjaga--

Kami Melepas, Allah Menjaga Karya: Ismail Marzuki, S.Pd., Dip.IL., C.ME., C.IW  Guru SDN Sadagori 1 Kota Cirebon Hari ini, ada haru yang tak mampu disembunyikan di balik senyum dan tepuk tangan perpisahan. Sekolah ini perlahan belajar makna ikhlas melepas sosok yang selama ini menjadi penuntun perjalanan luas. Ibu… engkau bukan sekadar pemimpin bagi kami, tetapi penuntun dalam gelap menuju hidayah, penyejuk di tengah gelisah, dan teduh yang selalu menguatkan langkah. Dengan sabar dan tabah en…
Kami Melepas, Allah Menjaga--

Retak di Cermin Masa Lalu

Retak di Cermin Masa Lalu ​Dunia di mata laki-laki itu sering kali terasa seperti kaset lama yang diputar berulang-ulang. Di kepalanya, waktu seolah berhenti pada sebuah sore hujan belasan tahun silam, saat laki-laki itu asyik dengan dunianya sendiri dan acuh pada sekitar. Sering melamun dengan  tatapan kosong. Kala itu, orang-orang melabelinya "gila". Mereka menjauh, menutup hidung, dan melempar pandangan rendah. ​Kecuali sepasang suami istri: Pak tulus dan Ibu Sarah. ​Mereka ad…
Retak di Cermin Masa Lalu

Bangku Taman

Bangku Taman | pembaca Seorang perempuan sedang duduk di bangku taman, hujan besar tak Ia rasakan, janji sudah terpatri apapun yang terjadi perempuan itu tetap menunggu di sana.  Teringat tujuh purnama yang lalu, ketika duduk dibangku ini dengan sepasang tangan yang selalu melindunginya. Saat itu daun-daun berguguran menghiasi bangku taman.  Saling bercerita, ter…
Bangku Taman

Drama "Pecel Lele Palsu" di Jam Kritis

Drama "Pecel Lele Palsu" di Jam Kritis ​Bagi pasangan suami istri muda, Aris dan Septi, bulan Ramadan bukan sekadar urusan ibadah, tapi juga ujian ketahanan mental—terutama saat jarum jam menunjukkan pukul 16:00 WIB. Di jam inilah, logika biasanya mulai "logout" dan digantikan oleh imajinasi kuliner yang liar. ​ Godaan Layar Ponsel ​Sore itu, suasana ruang tamu sangat hening. Aris sedang melakukan ritual "ngabuburit digital" alias scrolling TikTok. Tiba-tiba,…
Drama "Pecel Lele Palsu" di Jam Kritis

Kepakan Sayapmu Nak

Kepakan Sayapmu, Nak: Sebuah Refleksi Tentang Kemandirian Kepakan Sayapmu Nak | piqsels.com | pembaca Kepakan Sayapmu Nak Saatnya engkau mengepakkan sayapmu nak Sayapmu sudah besar dan kokoh  Tidak lemah seperti dulu  Yang mudah terjatuh kena hempasan angin  Nak, percayalah sayapmu kuat menghadapi hembusan angin bahkan topan sekalipun …
Kepakan Sayapmu Nak

Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan

Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan - Rumahfiksi1919 MEMUAT... Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan MULAI MEMBACA …
Sepotong Rindu di Balik Senja Ramadan

Cinta yang Menemukan Jalan Pulang

Cinta yang Menemukan Jalan Pulang MEMUAT... Dipilih di Jalan Sunyi, Cinta yang Menemukan Pulang MULAI MEMBACA Hal. 1 Cinta yang Menemukan Pulang …
Cinta yang Menemukan Jalan Pulang

]]>