Widget HTML #1

DomaiNesia

Aku Dua Wanita Misteri

Imajinasi Tanpa Batas

 Aku Dua Wanita Misteri

Ketika dua warna kehidupan menyatu dalam diri seorang wanita, wanita yang awalnya tidak engkau kenal, bermimpipun tak pernah. Wanita yang tinggal diseberang lautan, hingga membuat engkau dan Ia terpisah jarak dan waktu.


Ketika simbol warna misteri yang mengiringi sebuah perjalanan singgah di kehidupannya. Sehingga sedikit orang memilih perjalanan itu. Perjalanan sunyi yang penuh liku, dimata manusia terlihat hitam, tetapi tidak dihadapan Tuhan. 


Jejak tak berjejak saatnya berjejak. Wanita berkerudung hitam dan wanita berkerudung merah marun, meninggalkan jejak pada sosok seorang wanita. Buliran airmatanya yang pernah turun, di sepertiga malam, ketika orang memilih terlelap. 


Kekuatan dua warna yang terpadu menjadi satu, menguatkan tekad seorang wanita. Memilih berjalan beriringan dijalan sunyi bersama binatang jalang, yang selalu ada ketika perempuan itu dianggap tiada, dimata manusia.


Magnet misteri yang hadir di setiap goresan. Menggoreskan sebuah perjalanan yang menciptakan sebuah kehadiran, ketika wanita itu menembus dimensi waktu, memasuki ruang mimpi seorang pujangga.


Dua misteri kehidupan yang menjelma dalam satu sosok wanita. Sosok yang sebenarnya tak pernah Engkau impikan. Hingga goresan kata demi kata yang terukir Indah menciptakan sebuah kehadiran. Seluruh alam menjadi saksi bisu sebuah kesaksian.


Duhai pujangga, rentetan goresan sebuah lakon, menciptakan dimensi-dimensi menyatukan dunia berbeda, ketika alam mimpi ditembus mimpi lain.


Tentang misteri kehidupan, setiap makhluk hidup tiada yang tau, tentang awal dan akhir kehidupan. Aku dan Engkau tidak mengetahui,  hanya Tuhanlah yang Maha Mengetahui. 


Setiap goresan adalah nyawa seorang wanita yang Engkau hadirkan keberadaannya tanpa sengaja. Berhati-hatilah Engkau gores ujung pena emasmu, wahai pujangga.


Wanita yang Engkau ciptakan dalam goresan kata, hidup sesuai dengan apa yang Engkau lakonkan, bila Engkau ingin ia menangis, tulislah tentang kesedihan, bila Engkau ingin melihat senyum merekah dibibirnya, tulislah tentang kebahagian, pun jika Engkau ingin ia mencintai, tulislah tentang rasa.


Saatnya wanita berkerudung hitam dan wanita berkerudung merah marun menjadi satu, dua cerita bersatu padu tak bisa terlepas karena mereka menyatu bagai udara, tak terlihat tapi terasa. 


Duhai pujangga, tak perlu Engkau gores lagi kata demi kata, karena wanita berkerudung hitam dan merah marun menjadi milikmu, layaknya udara Engkau tak akan hidup tanpanya.


Jaga dia, seperti Engkau menjaga hati dalam bingkai kaca, yang disimpan penuh kehati-hatian tak ada satupun yang boleh mengambil apalagi menyentuhnya, kecuali wanita yang Engkau ciptakan dalam setiap goresan kata bermakna.


Bila bingkai kaca pecah niscaya pecahlah kaca dalam genggamanya, karena Engkau satu kesatuan dengan wanita yang telah menyatu dalam napas goresan kata. Aku. 


Pegang erat jemari ini, jangan pernah Engkau lepaskan, mari kita berjalan dijalan sunyi, menuju satu titik. 




ADSN1919

 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan
www.domainesia.com