Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebuah Tanya

 

Sebuah Tanya 


Engkau bertanya penuh rasa cemas

"Mengapa?"

Padahal Engkau tau sebuah sebab

Suatu pengalihan membuka luka


Jangan pernah membuat sembab 

Engkau tau dibalik sebuah tanya

Butiran turun tak terlihat 

Kepakan sayap hampir  membutakan mata


Hampir terlena

Hanya kicauan burung sekedar lewat terdengar merdunya

Hampir menulikan sepasang telinga 

Kata cintapun tak Engkau dengar 


Sekarang, Engkau bertanya

"Mengapa?"

Setelah tau burung itu berparuh tajam

Sembab baru terlihat dimatamu


Saatnya aku bertanya padamu

"Mengapa?"

Jawaban ada padamu 

Renungkanlah


Harapku

Jangan terlena melihat kepakan burung di angkasa

Karena Engkau tidak tau 

Dibalik kepakan kedua sayapnya 


Tengoklah ke belakang 

Engkau akan melihat 

Sepasang mata selalu menanti 

Tatap mata itu

Engkau akan melihat sebuah kesetiaan



ADSN1919








Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

14 komentar untuk "Sebuah Tanya"

  1. Jawabannya ... Selalu keren! Top bgt πŸ₯°πŸ’—πŸ’–πŸ’“

    BalasHapus
  2. Iya, dan puisi ini keren☺️πŸ‘
    Mari☕☕πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya apa nih 😁 thanks udah mampir 😁
      Yuu ngopi2 πŸ˜€

      Hapus
  3. Tenang, Bu. Aku Baik-baik saja. Eh. Kabuuuuuuur

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜ waduh ada yang kabur

      Hapus
  4. begitulah

    terkadang yg tidak kita tahu selalu kita anggap lebih baik padahal yg depan mata yang dekat dengan kita belum kita syukuri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜€πŸ˜€ iya sering begitu, makasih atas kunjungannya mang Abdul 😁

      Hapus
  5. Tega sekali dia, pada diri yang setia

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜πŸ˜€πŸ˜€ mba Ika makasih udah mampir 😁

      Hapus
  6. Aaa, saya baper..
    Tolong jawablah "mengapa"ku, Sayang. πŸ˜‚

    BalasHapus