Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Caper dan Baper

 

Foto oleh Monica Silvestre dari Pexels


Setiap manusia, baik itu anak kecil, orang dewasa dan orang yang sudah tua. Berpotensi punya dua sifat caper atau baper. Biasanya yang caper atau yang cari perhatian itu laki-laki dan yang baper itu lebih banyak kaum hawa. Kemungkinan ini berlaku untuk remaja dan dewasa, kalau untuk anak kecil atau bayi sepertinya belum berlaku, tapi saya kurang tau juga. 


Laki-laki caper itu perlu ekstra diperhatikan, apapun yang dia bicarakan, pasangannya harus siap mendengarkan dan sebisa mungkin meluangkan waktu, sebab kalau lengah sedikit saja, dia akan cari perhatian ke yang lain. Caranya bisa bermacam-macam yang bisa menarik perhatian lawan jenis. 


Biasanya perempuan kalau merasa dibutuhkan oleh laki-laki caper tersebut, lama-lama bisa baper alias bawa perasaan. Apalagi kalau sering dibantu oleh lawan jenis. Ini tidak bisa dipungkiri dan sering membuat perempuan menjadi baper karena merasa diutamakan. Perempuan baper akan ketergantungan pada bantuan  laki-laki yang caper juga. Dan sedikit-sedikit minta bantuan dan menghubungi laki-laki tersebut dan akan begitu terus.


Laki- Laki caper biasanya akan memelas dan membuat penasaran perempuan yang mudah baper. Perempuan yang mudah baper akan mencari tau kehidupan lelaki yang caper padanya. Jaman sekarang sangat mudah mencari informasi orang yang kita incar.


Jujur saja, apa teman-teman pernah mengalaminya? Merasa bahwa laki-laki itu memberi perhatian lebih? Padahal hampir kesemua perempuan, lelaki caper akan memperlakukan hal yang sama. Dan kita dibuat baper dan termehek-mehek. 


Apabila kita punya pasangan laki-laki yang mudah caper kesetiap perempuan, pasti marahlah juga ada rasa cemburu tapi jangan sampai kita ilfil. Disini harus sama-sama bersikap dewasa, tidak mau juga kan bila pasangannya dibaperin laki-laki lain? Pasti tidak mau lah. Perempuan juga sama dong, tidak mau pasangannya bikin baper perempuan lain. Peka lah sedikit, perempuan dan laki-laki juga punya perasaan yang sama.


Biasanya perempuan baper akan penasaran dengan laki-laki yang caper padanya, dengan menanyakan kehidupan pribadinya meski sedikit demi sedikit dan akan kecewa bila tau  laki-laki itu ternyata sudah punya pasangan.


Laki-laki caper biasanya tidak akan terbuka tentang kehidupan pribadinya, buat apa? Orang sedang iseng kok, kalau benar-benar dari hati, lelaki biasanya menceritakan kehidupan pribadinya tanpa kita tanya. 


Intinya, boleh-boleh saja kita bergaul dengan siapapun tapi ada batas dan waktunya juga, jaga perasaan orang yang disebelah kita. Orang yang selalu ada dikala suka maupun duka. Saling memahami apa yang pasangan kita suka atau tidak suka. Kadang para lelaki ingin dipahami tapi sulit memahami keinginan perempuan. 

Anda termasuk tipe yang mana? Lelaki caper atau lelaki baper? 

Dan anda termasuk  tipe perempuan apa? Perempuan caper atau perempuan baper? 

Kalau saya? Rahasia hehehe

Artikel ini jangan dianggap serius ya, karena ini hanya tulisan  iseng saja sambil mengisi waktu.  Dan tulisan saya belum tentu tepat dan benar adanya. Namanya juga tulisan iseng kok. Salam


ADSN1919

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

12 komentar untuk "Caper dan Baper"