Widget HTML #1

DomaiNesia

Ada Dalam Ketiadaan

Imajinasi Tanpa Batas

 Ada Dalam Ketiadaan

Jangan pernah tumpulkan tarian pena perempuan ini

Jangan pernah hentikan tarian khasnya

Tergores makna, perempuan ini akan binasa secara perlahan bila menghentikan tarian penanya

Burung pemakan bangkai mengharap kebinasaannya

Mengurangi satu musuh didunia, apa kalian tau, bahwa perempuan itu telah terjaga dari tidur panjangnya?

Aku tidak akan diam wahai  para pecundang!

Teruslah, teruslah kalian baca jampi-jampi untuk menyerangnya

Hembusan mantra-mantra kalian  paling dibenci sang Pencipta

Kalian pikir apakah ada kekuatan melebihi kekuatan Tuhan? 

Begitu bodoh teramat bodoh menyanjungkan makhluk Tuhan daripada sang Mahapencipta 

Apa mereka tau? Bila perempuan ini binasa Aku akan kalah? 

Tidak! Akan selalu muncul perempuan seperti perempuan ini dalam sosok berbeda 

Jangan lihat nama perempuan ini, karena ia sebenarnya tidak ada

Kenalilah jati dirimu sendiri, maka kalian akan mengenal Aku dan perempuan ini

Jati diri harus digali, bukan mencari cara supaya perempuan ini binasa

Kalian tidak pernah tau perjalanan hidup yang pernah perempuan ini  jalani

Begitu perih teramat perih, perempuan ini tinggalkan perhiasan-perhiasan dunia 

Apa kalian tau? Ketika ia tertawa ada tangisan yang tersimpan?

Perempuan ini tidak ingin kalian tau kepedihan hidupnya

Perempuan ini ingin menebarkan kebahagian meski hatinya terasa kosong

Apa kalian pernah menyelami hatinya? 

Yang kalian lihat dan kalian maki hanya kulitnya saja

Apa perempuan ini menangis ketika tuduhan mengarah padanya? 

Apa perempuan ini membalas perbuatan kalian? 

Tidak! Perempuan ini tak pernah membalasnya, karena perempuan ini tau bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan, bukan makhluk.

Aku tau, tidak pernah kalian mengenalnya, seperti kalian tidak pernah mengenal diri kalian sendiri  

Kalian seperti melihat kotoran pada perempuan ini, teruslah menatap sinis ke arahnya

Semua cacian, hinaan dan prasangka selalu perempuan ini telan dengan lapang dada

Perempuan ini hanya mengadu pada Tuhannya, ketika kalian sibuk meniup buhul-buhul sang penyihir

Apa pernah perempuan ini membalas perbuatan kalian? 

Sekali lagi, tidak! Perempuan ini memilih diam, demi menjaga lisannya

Perempuan ini menyerahkan hidup dan matinya pada sang Pencipta

Bukan cinta dunia lagi yang perempuan ini kejar, bukan, tapi kalian salah sangka 

Gemerlap dunia tidak lagi membuat perempuan ini terlena

Perempuan ini memilih menyepi, Aku tau jalan yang ia pilih

Kalian ingin perempuan ini kembali seperti dulu? 

Tidak! Aku jamin itu tidak akan terjadi

Aku tau kalian berusaha masuk kedalam mimpinya 

Kalian ingin goyahkan pendiriannya lewat mimpi 

Kalian kirim pangeran-pangeran yang terlihat tampan 

Aku tau itu tidak membuatnya goyah, satu nama selalu disebutnya

Kalian tau itu tak berhasil karena pendiriannya mengakar ke bumi

Sekarang kalian ingin bungkam perempuan itu secara perlahan? 

Tidak! Sekali lagi tidak! Tarian pena perempuan ini mendekatkan rasa pada Tuhannya

Perempuan ini akan terus dan terus menari dengan tariannya khasnya




ADSN1919

 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan
www.domainesia.com