Widget HTML #1

DomaiNesia

Berlibur Ke Rumah Nenek

Imajinasi Tanpa Batas

Berlibur Ke Rumah Nenek

Tanggal 7 Maret 2021 waktu itu hari Minggu, aku bersama keluarga berlibur ke rumah nenek, diperjalanan aku melihat pemandangan yang sangat indah, udaranya sejuk, Gunung-gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan alam sekitar.

Selama perjalanan mengendarai mobil, aku duduk dibelakang Ayah dan Bunda, setelah sampai ditempat aku mengucapkan salam “Assalamualaikum, Nek kami datang."

"Waalaikum salam" jawab nenek dari dalam rumah.

"Alhamdulillah cucuku datang apa kabar sayang?" Tanya Nenek, 

"Alhamdulillah baik Nek,"

Kamipun disuruh masuk dan beristirahat setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, terasa nyaman rumah nenek, sejuk, indah dan banyak makanan yang sangat khas, daerah sunda yang disajikan Nenek. Nenek sangat pintar memasak aku betah disini. 

Setelah makan aku keluar rumah, disini banyak anak-anak yang seumuran denganku, akupun mencoba memberanikan diri mendekati mereka untuk ikut bermain bersama, ternyata mereka baik dan asik diajak main dan bercanda.

Dua hari aku berada di rumah nenek, terasa dingin ketika malam hari karena udara pegunungan, Bundapun mengajakku pulang, beliau khwatir aku sakit karena tidak terbiasa diudara yang dingin, aku terbiasa didaerah yang panas karena kota tempat tinggalku dari kecil adalah daerah dataran rendah yang suhunya panas. 

Hati ini rasanya sedih mau berpisah dengan nenek dan teman-teman yang ada disini, mereka baik dan menyenangkan, akupun mengikuti ayah dan bunda pulang ke rumah. 

Dalam perjalanan mobil yang kami kendarai tiba-tiba mogok ditengah hutan yang jauh dari perkampungan, kamipun kebingungan mau didorong berat, ayah mencoba menelpon Paman yang rumahnya dekat dengan nenek, tapi sayang sekali telponnya tidak tersambung karena didaerah itu susah sinyal.

Kami merasa was-was dan takut karena didaerah itu sepi dan terkenal banyak rampok. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara motor yang sepertinya dikendarai dengan kecepatan yang tinggi kami ketakutan semuanya ngumpet masuk kedalam mobil.

Motor itupun memperlambat laju motornya ketika berada didekat mobil kami, kami sangat ketakutan untungnya pengemudi motor itu tidak turun dan melanjutkan perjalannanya, dengan suasana yang sangat tegang kamipun berucap syukur.

Tapi alangkah terkejutnya kami ketika motor itu kembali lagi dengan membawa temannya, aku lebih deg-degan lagi apalagi ketika mereka berhenti persis didepan mobil kami, mereka turun dan membuka helmnya.

Alhamdulillah ternyata teman yang dibawa pemotor itu adalah paman kami, kamipun buru-buru keluar dari mobil, 

"Kalian kenapa, mobilnya mogok?" tanya paman.

"Iya" kata Ayah

Akhirnya paman mengecek mobil kami ternyata bensinnya habis, dan paman segera membeli bensin dipemukiman penduduk terdekat.

Mobil kami bisa jalan kembali dan kamipun bisa melanjutkan perjalanan untuk pulang. Rasa lelah dan ketakutan masih aku rasakan sampai dirumah Bunda segera menyuruhku mandi dan beristirahat. 


 karya Gadis

Kelas VI a

SDN Sunyaragi 2

Kota Cirebon

 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan
www.domainesia.com