Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Kebaya Merah Muda (Bagian Tiga)

 

Misteri  Kebaya Merah Muda


Kisah ini bercerita tentang sesosok gadis cantik yang bernama Dara, pada awal mulanya, kehidupan gadis cantik berkulit Kuning Langsat yang memiliki bentuk tubuh tinggi semampai ini normal dan biasa-biasa saja, sampai Ia menemukan kantung plastik berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kebaya merah muda, penasaran dengan kisah selanjutnya? Silah baca sampai tuntas cerita misteri yang akan tayang secara bersambung ini hanya di rumahfiksi.com, secangkirkopibersama.com dan warkasa1919.com.



Misteri  Kebaya Merah Muda 

(Bagian Tiga)

 

**

<< Sebelumnya

Dara paham betul akan karakter sahabatnya itu, jika Ira tau apa yang baru saja dialaminya, pasti anak itu akan ketakutan dan segera menyuruh dirinya untuk segera mengembalikan kebaya merah muda yang mereka temukan ke tempat asalnya dan Dara tidak mau hal itu sampai terjadi.

Dara tidak mau bila baju merah muda itu dikembalikan lagi tanpa tau ada misteri apa dibaliknya.

 

Entah kenapa saat ini Ia merasa seperti ada ikatan yang begitu kuat antara Ia dan kebaya merah muda itu, apalagi ketika tidur Ia kembali didatangi oleh pengantin wanita itu, dalam mimpinya Ia melihat wanita itu hanya menatapnya dan menangis, terlihat jelas kesedihan yang mendalam di wajah pengantin wanita itu.

Dara semakin penasaran dengan wajah wanita yang tertutup kabut sebelum hilang. Belum sempat terjawab pertayaan "siapa sebenarnya wanita yang terlihat begitu sedih itu",  Dara terbangun dari tidurnya karena kaget.

Bajunya terasa basah oleh keringat, Ia meraih handphone di atas meja riasnya dan melihat jam di handphone, ternyata masih pukul 02.35 dinihari.

Untuk menenangkan hati dan pikiran, Dara menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, Ia ambil air wudhu dan menunaikan sholat malam. Ia mendoakan wanita yang berkebaya merah muda itu meski Ia tidak tau namanya.

Setelah sholat tahajud selesai Ia lakukan, saat itu Ia merasa tenang dan kembali bisa melanjutkan tidurnya lagi, sampai kumandang adzan subuh kembali membuatnya terjaga.

 

**

Semenjak kedatangan wanita berbaju merah muda di dalam mimpinya, Dara bertekad ingin membantunya, meski jujur saja Ia sendiri tidak tau bagaimana cara Ia kelak akan membantunya.

Walau Dara bukanlah seorang detektif, tapi Ia bertekad untuk menyelidiki sendiri ada misteri apa di kebaya merah muda yang saat ini ada di tangan nya. Hati kecilnya melarang untuk menceritakan apa yang telah dia alami kepada yang lain, Dara telah bertekad bahwa rahasia kebaya merah muda ini akan Ia tutup rapat-rapat.

 

*

Sang waktu terus berjalan, masa kini meninggalkan masa lalu tanpa melihat kebelakang, Dara terus berusaha menutupi misteri kebaya merah muda yang saat ini ada ditempat nya.

Seperti mencium ada hal-hal yang "tidak wajar" pada diri sahabatnya Ira berusaha mendekati Dara, tetapi Dara juga seperti memahami rasa keingintahuan sahabatnya itu, sehingga demi menjaga agar apa yang telah dia alami semenjak menemukan kebaya merah muda itu, di depan Ira dia pura-pura sedang mengetik, sibuk dengan pekerjaannya.

Wartawan infotainment gadungan itu terus nyerocos di sebelah Dara, tingkah nya itu sudah seperti seorang jurnalistik senior dari media nasional, 5W1H itu memang benar-benar dia praktekkan untuk mencaritahu   "Apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Dara?".

Dara yang sekarang bukanlah Dara yang dulu sebelum menemukan kebaya merah muda, karena merasa putus asa akibat segala teori-teori investigasi yang sudah dia lakukan tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akhirnya Ira pergi meninggalkan Dara dengan membawa segudang tanda tanya, 'Apa yang sesungguhnya sudah terjadi dengan Dara?"

 

Semakin hari Dara semakin "memproteksi" dirinya dari hal-hal yang mungkin bisa saja membuat "rahasia" kebaya merah muda itu terbongkar.

Suatu ketika Ira meminta diantar pulang bareng karena pacarnya tidak menjemputnya, dengan elegan Dara menolak permintaannya,

"Sorry gua mau lembur,"

Dara cuma tersenyum manis saat sahabatnya itu pergi meninggalkan dirinya dengan membawa serta kerutan di dahinya.

Setelah Ira pulang dengan diantar supir ojol, Dara cepat-cepat ke tempat parkir, menuju motor yang selama ini setia mengantar dirinya kemanapun Ia pergi.

Di tempat parkir Dara menatap motor matic kesayangan nya, selanjutnya Dara menghidupkan motor yang Ia beli dengan uang yang Ia kumpulkan selama bekerja di tempat ini.

"Maafkan aku Ira, ini semua kulakukan demi untuk menjaga kerahasian kebaya merah muda itu," gumam Dara sambil berjalan meninggalkan lapangan parkir tempat nya bekerja.

 

**

Sesampainya di rumah, setelah mandi dan makan malam, Dara langsung mengunci diri di kamar. Dengan rasa  penasaran yang besar, Ia keluarkan kebaya merah muda itu dari dus laptop.

Sesaat wangi aroma bunga melati itu menyambar hidungnya dengan lembut, Dara semakin terpikat dengan kebaya merah muda di depannya.

Di bawah siraman cahaya lampu kamar, Dara menatap kebaya merah muda didepannya dengan tanda tanya, dengan teliti, Ia balikkan kebaya itu penuh kehati-hatian.

 

Bersambung

 

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

6 komentar untuk "Misteri Kebaya Merah Muda (Bagian Tiga)"

  1. Waah udah tayang lanjutannya ya😂👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya, antar blog nyambung nih 😁☺️😀

      Hapus
  2. Wah, berseri dan sambung menyambung di tempat lain

    BalasHapus
  3. Kisahnya keren, ananda Dinni. Salut atas kolaborasi kalian berdua. (Dinni dan Warkasa)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih nek, ini cerita datang sendiri inspirasinya, pas ngelamun 😁

      Hapus