Widget HTML #1

DomaiNesia

Perjalanan

Imajinasi Tanpa Batas

 Perjalanan

Sebenarnya perjalanan ini ramai, penuh gelak tawa dan canda, tapi entahlah aku merasa sepi dan sendirian. Kegundahan menyelimuti hati, kesakitan membuat hati tak tenang. 


Jangan mengira aku merasakan kebahagiaan melakukan perjalanan ini, tidak! aku tidak menikmatinya sama sekali,  saat kesakitan aku dengar dan aku bisa merasakan, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, hanya diam dan memarahi diri sendiri, ternyata terlalu lemah. 


Maafkan bila aku tidak bisa berbuat apa-apa, berbaktipun aku tidak bisa, hanya bisa menjaga hati dan diri. Godaan  berat aku bisa menghalaunya, tapi aku lemah bila mendengar kata sakit. 


Disudut ruang hati aku bisa menatap tanpa bisa melakukan apa-apa, sedih terasa sedih itu yang aku rasakan, badan memang dalam kendaraan yang sedang bergerak ini, tapi hati dan pikiran berada di tempat lain. 


Jangan berpikir aku bersenang-senang dan melupakan kesakitan, aku merasakannya. Aku diam dan menahan air mata agar tidak jatuh dan menimbulkan ribuan  pertanyaan, rasa sepi terasa ditengah lagu-lagu yang dinyanyikan. 


Seandainya aku bersayap, saat ini ingin aku bentangkan sayap ini demi mengobati kesakitan, tapi aku bisa apa. 


Aku titipkan pada Tuhan yang menciptakan kehidupan, aku percaya Tuhan akan menjaga yang aku titipkan pada-Nya. 


Maafkan bila aku tidak mengusap kesakitan yang sedang dirasakan.



ADSN1919



Foto oleh Rama Dhanu dari Pexels



 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan
www.domainesia.com