Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dedauan Menyapa

Dedauan Menyapa 



Dedauan Menyapa salam ketika alam menampakan keindahannya 

Kicau burung terdengar merdu ketika angin menyapa dengan kelembutannya 

Rerumputan segar disapa malam dan senyuman rembulan 

Betapa indahnya Tuhan menciptakan Dunia, goresannya terasa begitu nyata 


Harmoni keindahan alam sangat serasi perputaran malam dan siang 

Segarnya udara memenuhi rongga mengisi ruang kalbu 

Mentari masih bersembunyi dengan malu-malu 

Ketika Kokok ayam jantan terdengar nyaring


Para petani sedang memanen padi, terlihat padi berceceran dan ayam berpesta

Makanan berlimpah yang Tuhan berikan lewat caranya 

Induk ayam berlarian berburu makanan teringat anaknya yang belum makan 

Anak ayam menciap-ciap menunggu makanan 


Para tikus tak mau kalah, berlarian dari para petani 

Berkejaran diantara bulir padi yang menggunung

Air jernih mengalir memberikan penghidupan pada siapapun yang lewat 


Tumbuh, tumbuhlah kehidupan sejati seperti segarnya angin yang menyapa

Seperti hangatnya sinar mentari yang memberi kehidupan 

Alam sahabat manusia memberikan kehidupan 

Tangan-tangan manusia yang membuatnya tiada 


Jagalah kesuburannya seperti alam menjaga manusia 

Menarilah dengan tarian alam dan para petani yang memanen  bersuka ria

Pepohonan tumbuh semakin subur bila manusia bersahabat dengan alam 

Kuasa Tuhan yang tak terbantahkan 


ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

10 komentar untuk "Dedauan Menyapa "

  1. Inspiratif dan penuh makna, keren Mbak Din🀝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah membaca, hanya tulisan biasa tentang ciptaan Tuhan πŸ™πŸ™

      Hapus
  2. Diksinys bagus, menarik, penuh makna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih nenek, sudah berkenan mampir πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
    2. Terimakasih nenek πŸ€—πŸ€— telah berkenan membaca puisi sederhana ini πŸ€—

      Hapus
  3. Angin berbicara di antara dedaunan. Mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😁😁 terimakasih sudah mampir 😁

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. indah dan syahdu diksinya, buhj, keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Bu Nia sudah berkenan mampir πŸ™πŸ™πŸ™

      Hapus