Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ceria Wajah Anak Indonesia

 

Ceria Wajah Anak Indonesia


Cobalah kita lihat wajah mereka, mereka adalah pelita bangsa. Bagai kuntum-kuntum bunga yang harus dijaga dan dipupuk dengan kasih sayang tentunya. 

Biarkan mereka tertawa dan menikmati masa kecil dengan caranya. Bukankah masa kecil tidak akan datang dua kali? 

Jangan hentikan tawa mereka, karena kepentingan sebagian keinginan orang dewasa. 

Dengarkan gelak tawa mereka, kertas putih itu sudah ada goresan, tinggal cara kita menggores di kertas itu dengan hal positif. 

Ceria Wajah Anak Indonesia


Biarkan, biarkan mereka menikmati dunianya sendiri, kita tetap mengawasi meski dari jauh. Jangan takut mereka terjatuh, jangan takut mereka menangis. Hidup ini tidak selamanya penuh senyum sayang. 

Kesedihan, kesakitan, kesedihan, tangisan dan amarah selalu berdampingan dengan rasa bahagia. 

Dunia ini tidak selamanya terlihat cerah, terkadang badai datang memporak porandakan sebuah cita-cita, janganlah berputus asa, rangkailah kembali cita-cita, jangan pernah menyalahkan dunia, apalagi menyalahkan sang Pencipta. 

Ceria Wajah Anak Indonesia



Biarkan wajah anak-anak Indonesia berhias senyuman, mereka akan meneruskan cita dan cinta kita, membangun pondasi dengan penuh rasa cinta. 

Daun-daun kering berguguran satu persatu, Ia tidak bisa meminta angin untuk membawanya pergi ke mana, pasrah dengan kehendak Tuhan. 

Satu persatu daun yang berguguran digantikan daun yang baru tumbuh, seperti kehidupan, ada yang pergi dan ada yang datang. 

Kedatangan selalu didamba manusia, kepergian kadang ditangisi, akankah bertemu kembali? 

Tawa ceria anak Indonesia, menghapus bulir-bulir yang menggenang, ketulusan mengantarkan kebahagiaan, kesabaran tiada akhir, seperti pelajar yang menerima rapot, tidak berengking, tapi nilai-nilai ada kenaikan. 

Tak perlu pujian yang memabukkan, tak perlu sanjungan setinggi langit, cukup berkata apa adanya dari hati. 

Wajah ceria anak Indonesia, menari-nari di pelupuk mata, biarkan mereka tertawa lepas. Ada saatnya tawa itu akan berhenti dengan sendirinya, setelah mengenal dunia yang sebenar-benarnya dunia.


ADSN1919

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

4 komentar untuk "Ceria Wajah Anak Indonesia"

  1. Biarkan anak-anak tetap dengan dunianya. Puisi keren mbak Din🀝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas War, biarkan mereka dengan dunianya, sebelum mengenal kadang dunia dirasa tidak adil ☺️πŸ™

      Hapus
  2. Biarkan mereka tertawa menyerap kebaikan dari sekitarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, terimakasih telah mampir di blog ini πŸ™πŸ˜

      Hapus