Widget HTML #1

DomaiNesia

Para Peracik Api

Imajinasi Tanpa Batas

Peracik Api

Buka mata dan lihatlah dunia dari sudut pandang yang berbeda, lihatlah ribuan pasukan berkuda yang telah bersiap dan membawa busur sedang berlari kencang menemui manusia-manusia yang hanya hidup dengan prasangka dan selalu memusuhi manusia pilihan-Nya.


Buka telinga dan dengarkanlah, derap kaki pasukan berkuda yang telah menulikan pendengaran para pembisik yang kerap jadi pemercik api.


Hai para pembisik, apakah tak kalian pikirkan akibat dari bisikan kalian telah muncul percikan-percikan api yang kini telah membakar?  


Hai para peracik api, lihat dan bersiaplah, anak panah sedang mengarah pada kalian, orang-orang yang selalu mengarah anak panah kebencian pada seorang perempuan yang hanya bisa diam dan menjatuhkan tetesan air matanya.


Hai para peracik api, buka mata dan lihatlah, anak panah yang kalian tembakan kini berbalik arah.


Apakah sekarang kalian percaya? Bahwa tidak ada yang mustahil di dunia. Bukankah tidak ada kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan doa.


Hai para peracik api, buka mata dan lihatlah, pasukan berkuda kini sedang bersiap sedia menunggu perintah dari mulut kecil merah jambu yang selama ini kalian anggap lemah tak berdaya.


Perempuan yang selalu kalian penggal kata-katanya agar tak lagi menjadi kalimat utuh yang penuh makna.


Perempuan yang selalu mengikuti persyaratan yang kalian minta walau dia tau bahwa dibelakangnya kalian masih saja membakar dupa-dupa untuk memfitnah dirinya.


Hai para peracik api, dengarkanlah gemuruh suara pasukan berkuda yang berkata, "Sesungguhnya hari pembalasan itu telah tiba. "


Adsn1919

 

 Kembali

Halaman
1

 © 2020-2023 - Rumahfiksi.com. All rights reserved

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan
www.domainesia.com