Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

September

September


September, Peri Kecil dan Lilin ditangannya 

September, kuharap kau juga membawa kabar yang baik hari ini, sebagaimana Agustus yang baru saja pergi dengan meninggalkan kabar bahagia, ada suka cita disana. 

Kemarin Agustus memulai cerita tentang tragedi yang pernah ada, ada darah dan juga air mata yang mewarnai awal cerita sebelum ditutup dengan tangis bahagia. Ada pesan tentang ketulusan dan juga pengorbanan disana. 

September, kuberharap kau juga akan meninggalkan kabar gembira di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. 

Jika dimasa lalu kau selalu bercerita tentang keserakahan dan juga penghianatan yang ditutup dengan dendam yang tak berkesudahan, kuharap saat ini kau mampu menceritakan tentang nyala lilin yang tak pernah padam diantara pekatnya malam. 

September, apakah kau juga melihatnya? Sesosok peri kecil yang terus berjalan dengan lilin yang terus menyala di tangannya. 

Dalam kesendirian dia terus berjalan, di pekatnya malam, tanpa ragu dia melangkah, lihatlah langkah-langkah kaki mungilnya yang terus berjalan, melawan arus, menentang zaman dan yakinkan semuanya bahwa akan baik-baik saja. 

September, dia anakku, Putri kecilku yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta, untuk mengabarkan pada semesta, bahwa. "Sesudah kesulitan akan ada kemudahan."

September, kuharap kau tak lagi ragu untuk mengabarkan berita tentang suka cita dan harapan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Biarlah semua memanggilmu mulai tahun ini dan tahun-tahun sesudahnya sebagai September ceria. 

Ceritakan saja tentang aku, dia dan juga peri kecil yang tengah belajar mengepakkan sayap mungil di punggungnya.

Ceritakan juga pada dunia, tentang peri kecil yang selalu hadir ditengah orang-orang yang sedang bermuram durja, tentang perjalanannya menembus masa, atau tentang bagaimana peri kecil itu selalu mengatakan kepada mereka-mereka yang merasa tersakiti dan sendirian di dunia, dengan berkata"Aku ada dan semuanya akan baik-baik saja."


Aku dan September 

Hai September, apakah semuanya baik-baik saja? Mobil yang kita tumpangi tengah berjalan pelan menuju suatu Desa, kerikil tajam di jalanan yang terjal tlah kita lewati bersama. 

September, apakah kau juga melihat? Tadi aku sempat melihat ada ular yang berusaha mengejar, beruntungnya kita, meski mobil yang membawa kita terlihat tidak baru, tapi masih kuat melewati jalanan yang penuh rintangan ini, sehingga semuanya tetap baik-baik saja. 

September, aku melihat seperti ada rasa was-was di matamu, tatapan kosongmu seakan bercerita bahwa ada keraguan didalam hatimu. Buang jauh-jauh keraguan dan yakinlah bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

September, lihatlah langit kembali cerah dengan burung berwarna-warni menghiasi langit yang terlihat semakin indah.


ADSN1919


@ Rumahfiksi.com, All rights reserved.
Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

8 komentar untuk "September "

  1. Balasan
    1. September ceria 😁😁 terimakasih sudah mampir 🙏🙏

      Hapus
  2. Puitis banget. Mantap ananda Dinni. Terima kasih telah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe makasih nek sudah mampir 🙏🙏

      Hapus
  3. ini mah asli, september ceria, berwarna, dan sarat makna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe Bu Nia, senang banget Bu Nia mampir di blog ini 🙏😁 sehat-sehat ya buuuu 🤗🤗

      Hapus
  4. september, duit2 yang harusnya cair di bulan ini cepatlah kamu cair aminnn

    BalasHapus