Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Deburan Ombak

 DaftarBuat Artikel

 

Deburan Ombak 

Tersentak bangun ketika deburan ombak terdengar dari kejauhan 

Seolah ingin menyapa dan menyambut kedatanganku 

Terlihat dari kejauhan sampan  seperti garis-garis di tengah laut terombang ambing lautan

Para nelayan tetap mengarungi lautan demi orang-orang tercinta 


Mata ini terus menatap sampan-sampan yang terhempas ombak yang menarik dan mengulur sampan

Hujan turun memenuhi air lautan

Semakin berat para nelayan mengayuh sampan

Perjuangan para pencari sesuap nasi 


Perjuangan mereka terasa ringan ketika melihat senyuman saat mereka kembali 

Doa orang tercinta menjadi penguat perjuangan mereka 

Mereka para pencari sesuap nasi bisa saja tergulung ombak dan tak kembali 

Tapi mereka tak hiraukan semua resiko demi orang tercinta


Deburan ombak terdengar semakin kencang 

Ombak melewati bibir pantai, para nelayan semakin ke tengah 

Hujan semakin deras mereka pantang kembali sebelum hasil di dapat 

Begitu berat perjuangan mereka yang kadang dipandang sebelah mata 


Hujan tidak berhenti, garis-garis berubah menjadi titik dan menghilang

Kekuatan cinta membuat mereka kembali

Seperti laut yang tidak bisa dipisahkan dari rasa asin 

Seperti ombak yang tak lelah mengunjungi pantai dengan sapaan lembutnya 


Deburan ombak masih terdengar, hujan berganti, langit berhias indahnya pelangi.

Disini aku tetap menanti 

ADSN1919

 Kembali

© Rumahfiksi.com, All rights reserved.

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

4 komentar untuk "Deburan Ombak "

  1. Ide bisa datang dari mana aja yaπŸ˜„kerenπŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya, pas lagi denger ombak dan lihat ada perahu d sana jadi ada ide bikin puisi 😁😁😁

      Hapus
  2. Deburan ombak masih terdengar, selalu keren Mba Dini

    BalasHapus