Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
puisi

Kami Melepas, Allah Menjaga--

Kami Melepas, Allah Menjaga Karya: Ismail Marzuki, S.Pd., Dip.IL., C.ME., C.IW  Guru SDN Sadagori 1 Kota Cirebon Hari ini, ada haru yang tak mampu disembunyikan di balik senyum dan tepuk tangan perpisahan. Sekolah ini perlahan belajar makna ikhlas melepas sosok yang selama ini menjadi penuntun perjalanan luas. Ibu… engkau bukan sekadar pemimpin bagi kami, tetapi penuntun dalam gelap menuju hidayah, penyejuk di tengah gelisah, dan teduh yang selalu menguatkan langkah. Dengan sabar dan tabah en…
Kami Melepas, Allah Menjaga--

Kepakan Sayapmu Nak

Kepakan Sayapmu, Nak: Sebuah Refleksi Tentang Kemandirian Kepakan Sayapmu Nak | piqsels.com | pembaca Kepakan Sayapmu Nak Saatnya engkau mengepakkan sayapmu nak Sayapmu sudah besar dan kokoh  Tidak lemah seperti dulu  Yang mudah terjatuh kena hempasan angin  Nak, percayalah sayapmu kuat menghadapi hembusan angin bahkan topan sekalipun …
Kepakan Sayapmu Nak

Bukan Sekedar Angka

Puisi | RumahFiksi.com Bukan Sekedar Angka | Rumah Fiksi | kamu baca Bukan Sekedar Angka | Rumah Fiksi Ia berjalan lambat menuju angka tertinggi  Setiap makhluk mempunyai angka tertinggi masing-masing  Semua itu rahasia  Tiada yang tau rahasia tertinggi pada angka berapa  Ia akan terus membersamai manusia  Suka atau tidak  Ia selalu datang dan…
Bukan Sekedar Angka

Cerita Hidup

Puisi | RumahFiksi.com Cerita Hidup | kamu baca Cerita Hidup Cerita setiap insan berbeda satu sama lain, tak perlu mencela, tak perlu meremehkan atau mentertawakan, kita tidak tau betapa berat perjalanan hidupnya.  Inginku, jemari dalam genggaman mengusap genangan menganak sungai, lembab telapak tangan terasa dalam genggaman.  Naluri masih peka…
Cerita Hidup

SEHARUSNYA

SEHARUSNYA | kamu baca Aku bertanya pada angin yang bertiup kencang  Mengapa angin menerbangkan sekuntum bunga yang ditanam, disaat aku berdamai dengan hembusannya? Angin terdiam tak menjawab Aku bertanya pada mentari  Mengapa mentari membiarkan panasnya memanggang bumi?  Sampai telapak kaki ini melepuh  Mentari terdiam  Aku bertanya pada Sang Waktu  Mengapa Engkau biarkan kekuasaan menggunting waktu  Sang Waktu tersenyum s…
SEHARUSNYA

Melangkah Pasti

Puisi | RumahFiksi.com Melangkah Pasti. Gambar oleh: Ivan Xolod, dari Pexels | kamu baca Melangkah Pasti Melangkah kaki tak terhenti Menghitung hari tak terbilang  Purnama berganti sudah  Tentukan langkah pasti  Irama dedaunan terdengar syahdu  Belalang melompat dengan riang  Sebongkah hati menanti langkah pasti  Menghitung detik jarum jam  …
Melangkah Pasti

]]>